Senin, 17 Januari 2011

BAWANG MERAH DAN BAWANG PUTIH

0 komentar

Bawang Putih yang piatu suatu hari memiliki ibu dan kakak tiri karena ayahnya menikah lagi. Sayang Ibu dan Saudara tirinya bersikap jahat padanya.

*******
Jaman dahulu kala di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan seorang gadis remaja yang cantik bernama bawang putih. Mereka adalah keluarga yang bahagia. Meski ayah bawang putih hanya pedagang biasa, namun mereka hidup rukun dan damai. Namun suatu hari ibu bawang putih sakit keras dan akhirnya meninggal dunia. Bawang putih sangat berduka demikian pula ayahnya.

Di desa itu tinggal pula seorang janda yang memiliki anak bernama Bawang Merah. Semenjak ibu Bawang putih meninggal, ibu Bawang merah sering berkunjung ke rumah Bawang putih. Dia sering membawakan makanan, membantu bawang putih membereskan rumah atau hanya menemani Bawang Putih dan ayahnya mengobrol. Akhirnya ayah Bawang putih berpikir bahwa mungkin lebih baik kalau ia menikahi saja ibu Bawang merah supaya Bawang putih tidak kesepian lagi. Maka ayah Bawang putih kemudian menikah dengan ibu Bawang merah. Mulanya ibu Bawang merah dan bawang merah sangat baik kepada Bawang putih. Namun lama kelamaan sifat asli mereka mulai kelihatan. Mereka kerap memarahi bawang putih dan memberinya pekerjaan berat jika ayah Bawang Putih sedang pergi berdagang. Bawang putih harus mengerjakan semua pekerjaan rumah, sementara Bawang merah dan ibunya hanya duduk-duduk saja. Tentu saja ayah Bawang putih tidak mengetahuinya, karena Bawang putih tidak pernah menceritakannya.

Suatu hari ayah Bawang putih jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia. Sejak saat itu Bawang merah dan ibunya semakin berkuasa dan semena-mena terhadap Bawang putih. Bawang putih hampir tidak pernah beristirahat. Dia sudah harus bangun sebelum subuh, untuk mempersiapkan air mandi dan sarapan bagi Bawang merah dan ibunya. Kemudian dia harus memberi makan ternak, menyirami kebun dan mencuci baju ke sungai. Lalu dia masih harus menyetrika, membereskan rumah, dan masih banyak pekerjaan lainnya. Namun Bawang putih selalu melakukan pekerjaannya dengan gembira, karena dia berharap suatu saat ibu tirinya akan mencintainya seperti anak kandungnya sendiri.

Pagi ini seperti biasa Bawang putih membawa bakul berisi pakaian yang akan dicucinya di sungai. Dengan bernyanyi kecil dia menyusuri jalan setapak di pinggir hutan kecil yang biasa dilaluinya. Hari itu cuaca sangat cerah. Bawang putih segera mencuci semua pakaian kotor yang dibawanya. Saking terlalu asyiknya, Bawang putih tidak menyadari bahwa salah satu baju telah hanyut terbawa arus. Celakanya baju yang hanyut adalah baju kesayangan ibu tirinya. Ketika menyadari hal itu, baju ibu tirinya telah hanyut terlalu jauh. Bawang putih mencoba menyusuri sungai untuk mencarinya, namun tidak berhasil menemukannya. Dengan putus asa dia kembali ke rumah dan menceritakannya kepada ibunya.
“Dasar ceroboh!” bentak ibu tirinya. “Aku tidak mau tahu, pokoknya kamu harus mencari baju itu! Dan jangan berani pulang ke rumah kalau kau belum menemukannya. Mengerti?”

Bawang putih terpaksa menuruti keinginan ibun tirinya. Dia segera menyusuri sungai tempatnya mencuci tadi. Matahari sudah mulai meninggi, namun Bawang putih belum juga menemukan baju ibunya. Dia memasang matanya, dengan teliti diperiksanya setiap juluran akar yang menjorok ke sungai, siapa tahu baju ibunya tersangkut disana. Setelah jauh melangkah dan matahari sudah condong ke barat, Bawang putih melihat seorang penggembala yang sedang memandikan kerbaunya. Maka Bawang putih bertanya: “Wahai paman yang baik, apakah paman melihat baju merah yang hanyut lewat sini? Karena saya harus menemukan dan membawanya pulang.”
“Ya tadi saya lihat nak. Kalau kamu mengejarnya cepat-cepat, mungkin kau bisa mengejarnya,” kata paman itu.
“Baiklah paman, terima kasih!” kata Bawang putih dan segera berlari kembali menyusuri tepi sungai.
Hari sudah mulai gelap, Bawang putih sudah mulai putus asa. Sebentar lagi malam akan tiba, dan Bawang putih. Dari kejauhan tampak cahaya lampu yang berasal dari sebuah gubuk di tepi sungai. Bawang putih segera menghampiri rumah itu dan mengetuknya.
“Permisi…!” kata Bawang putih. Seorang perempuan tua membuka pintu.
“Siapa kamu nak?” tanya nenek itu.
“Saya Bawang putih nek. Tadi saya sedang mencari baju ibu saya yang hanyut. Dan sekarang kemalaman. Bolehkah saya tinggal di sini malam ini?” tanya Bawang putih.
“Boleh nak. Apakah baju yang kau cari berwarna merah?” tanya nenek.
“Ya nek. Apa…nenek menemukannya?” tanya Bawang putih.
“Ya. Tadi baju itu tersangkut di depan rumahku. Sayang, padahal aku menyukai baju itu,” kata nenek. “Baiklah aku akan mengembalikannya, tapi kau harus menemaniku dulu disini selama seminggu. Sudah lama aku tidak mengobrol dengan siapapun, bagaimana?” pinta nenek.
Bawang putih berpikir sejenak. Nenek itu kelihatan kesepian. Bawang putih pun merasa iba.
“Baiklah nek, saya akan menemani nenek selama seminggu, asal nenek tidak bosan saja denganku,” kata Bawang putih dengan tersenyum.

Selama seminggu Bawang putih tinggal dengan nenek tersebut. Setiap hari Bawang putih membantu mengerjakan pekerjaan rumah nenek. Tentu saja nenek itu merasa senang. Hingga akhirnya genap sudah seminggu, nenek pun memanggil bawang putih.
“Nak, sudah seminggu kau tinggal di sini. Dan aku senang karena kau anak yang rajin dan berbakti. Untuk itu sesuai janjiku kau boleh membawa baju ibumu pulang. Dan satu lagi, kau boleh memilih satu dari dua labu kuning ini sebagai hadiah!” kata nenek.
Mulanya Bawang putih menolak diberi hadiah tapi nenek tetap memaksanya. Akhirnya Bawang putih memilih labu yang paling kecil. “Saya takut tidak kuat membawa yang besar,” katanya. Nenek pun tersenyum dan mengantarkan Bawang putih hingga depan rumah.

Sesampainya di rumah, Bawang putih menyerahkan baju merah milik ibu tirinya sementara dia pergi ke dapur untuk membelah labu kuningnya. Alangkah terkejutnya bawang putih ketika labu itu terbelah, didalamnya ternyata berisi emas permata yang sangat banyak. Dia berteriak saking gembiranya dan memberitahukan hal ajaib ini ke ibu tirinya dan bawang merah yang dengan serakah langsun merebut emas dan permata tersebut. Mereka memaksa bawang putih untuk menceritakan bagaimana dia bisa mendapatkan hadiah tersebut. Bawang putih pun menceritakan dengan sejujurnya.

Mendengar cerita bawang putih, bawang merah dan ibunya berencana untuk melakukan hal yang sama tapi kali ini bawang merah yang akan melakukannya. Singkat kata akhirnya bawang merah sampai di rumah nenek tua di pinggir sungai tersebut. Seperti bawang putih, bawang merah pun diminta untuk menemaninya selama seminggu. Tidak seperti bawang putih yang rajin, selama seminggu itu bawang merah hanya bermalas-malasan. Kalaupun ada yang dikerjakan maka hasilnya tidak pernah bagus karena selalu dikerjakan dengan asal-asalan. Akhirnya setelah seminggu nenek itu membolehkan bawang merah untuk pergi. “Bukankah seharusnya nenek memberiku labu sebagai hadiah karena menemanimu selama seminggu?” tanya bawang merah. Nenek itu terpaksa menyuruh bawang merah memilih salah satu dari dua labu yang ditawarkan. Dengan cepat bawang merah mengambil labu yang besar dan tanpa mengucapkan terima kasih dia melenggang pergi.

Sesampainya di rumah bawang merah segera menemui ibunya dan dengan gembira memperlihatkan labu yang dibawanya. Karena takut bawang putih akan meminta bagian, mereka menyuruh bawang putih untuk pergi ke sungai. Lalu dengan tidak sabar mereka membelah labu tersebut. Tapi ternyata bukan emas permata yang keluar dari labu tersebut, melainkan binatang-binatang berbisa seperti ular, kalajengking, dan lain-lain. Binatang-binatang itu langsung menyerang bawang merah dan ibunya hingga tewas. Itulah balasan bagi orang yang serakah.

-------
Sumber :
http://www.freewebs.com/dongengperi/Tales/dong%20indo/merah_putih.html

Baca Selengkapnya......

PUTERI JUNJUNG BUIH

0 komentar

Tersebutlah kisah sebuah kerajaan bernama Amuntai di Kalimantan Selatan. Kerajaan itu diperintah oleh dua bersaudara. Raja yang lebih tua bernama Patmaraga, atau diberi julukan Raja Tua. Adiknya si Raja muda bernama Sukmaraga. Kedua raja tersebut belum mempunyai putera ataupun puteri.

Namun diantara keduanya, Sukmaraga yang berkeinginan besar untuk mempunyai putera. Setiap malam ia dan permaisurinya memohon kepada para dewa agar dikarunia sepasang putera kembar. Keinginan tersebut rupanya akan dikabulkan oleh para dewa. Ia mendapat petunjuk untuk pergi bertapa ke sebuah pulau di dekat kota Banjarmasin. Di dalam pertapaannya, ia mendapat wangsit agar meminta istrinya menyantap bunga Kastuba. Sukmaraga pun mengikuti perintah itu. Benar seperti petunjuk para dewa, beberapa bulan kemudian permaisurinya hamil. Ia melahirkan sepasang bayi kembar yang sangat elok wajahnya.
Mendengar hal tersebut, timbul keinginan Raja Tua untuk mempunyai putera pula. Kemudian ia pun memohon kepada para dewa agar dikarunia putera. Raja Tua bermimpi disuruh dewa bertapa di Candi Agung, yang terletak di luar kota Amuntai. Raja Tua pun mengikuti petunjuk itu. Ketika selesai menjalankan pertapaan, dalam perjalanan pulang ia menemukan sorang bayi perempuan sedang terapung-apung di sebuah sungai. Bayi tersebut terapung-apung diatas segumpalan buih. Oleh karena itu, bayi yang sangat elok itu kelak bergelar Puteri Junjung Buih.
Raja Tua lalu memerintahkan pengetua istana, Datuk Pujung, untuk mengambil bayi tersebut. Namun alangkah terkejutnya rombongan kerajaan tersebut, karena bayi itu sudah dapat berbicara. Sebelum diangkat dari buih-buih itu, bayi tersebut meminta untuk ditenunkan selembar kain dan sehelai selimut yang harus diselesaikan dalam waktu setengah hari. Ia juga meminta untuk dijemput dengan empat puluh orang wanita cantik.
Raja Tuapun lalu menyayembarakan permintaan bayi tersebut. Ia berjanji untuk mengangkat orang yang dapat memenuhi permintaan bayi tersebut menjadi pengasuh dari puteri ini. Sayembara itu akhirnya dimenangkan oleh seorang wanita bernama Ratu Kuripan. Selain pandai menenun, iapun memiliki kekuatan gaib. Bukan hanya ia dapat memenuhi persyaratan waktu yang singkat itu, Ratu Kuripan pun menyelesaikan pekerjaannya dengan sangat mengagumkan. Kain dan selimut yang ditenunnnya sangatlah indah. Seperti yang dijanjikan, kemudian Raja Tua mengangkat Ratu Kuripan menjadi pengasuh si puteri Junjung Buih. Ia ikut berperanan besar dalam hampir setiap keputusan penting menyangkut sang puteri.

Baca Selengkapnya......

PERMENDIKNAS NOMOR: 45, 46, DAN POS UN 2011

0 komentar

Ujian Nasional sebentar lagi akan dilaksanakan. Kementerian Pendidikan Nasional telah mengeluarkan peraturan terkait dengan Pelaksanaan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2010/2011. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) tersebut yaitu Permendiknas nomor 45 tahun 2010 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik pada Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah, Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa, Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Atas Luar Biasa, dan Sekolah Menengah Kejuruan tahun pelajaran 2010/2011, dan Permendiknas nomor 46 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Ujian Sekolah/Madrasah dan Ujian Nasional pada Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah, Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa, Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Atas Luar Biasa, dan Sekolah Menengah Kejuruan tahun Pelajaran 2010/2011.

Sedangkan Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 tahun 2010 berisikan tentang kisi-kisi ujian nasional untuk SMP/MTs, SMA/MA serta SMK untuk bidang studi yang diujikan.

Bagi para guru, siswa dan orang tua siswa yang menginginkan Permendiknas nomor 45 tahun 2010 dan Permendiknas nomor 46 tahun 2010 beserta lampirannya, silahkan unduh link dibawah ini.
SILAHKAN DOWNLOAD :PERMENDIKNAS No. 45 TAHUN 2010
SILAHKAN DOWNLOAD :PERMENDIKNAS No. 46 TAHUN 2010
SILAHKAN DOWNLOAD :POS UN TAHUN 2011
SILAHKAN DOWNLOAD :KISI-KISI UN SMP TAHUN 2011

Baca Selengkapnya......

Senin, 11 Oktober 2010

DESAIN WEB DAN BLOG SEKOLAH SERTA PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK

0 komentar

Alhamdulilah SMPN 15 Banjarmasin masuk dalam 5 besar putaran penyisihan pembuatan blog se Kalimantan Selatan yang dilaksanakan oleh BTIKP Dinas Pendidikan Prov. Kal Sel.

Walaupun pembuatan blog ini baru dibuat 2 hari menjelang hari penutupan pendaftaran lomba, mengapa terjadi demikian...karena adanya miskonsepsi pada surat edaran yang kami terima...kami mengira bahwa lomba pembuatan desain web dan blog sekolah serta pembuatan media pembelajaran berbasis TIK dilaksanakan secara langsung di tempat perlombaan, tetapi ternyata tidak...yang di lombakan adalah hasil sudah jadi yang dibuat jauh sebelum lomba di adakan, itulah yang menyebabkan blog kami masih sangat sederhana ..
Ya alhamdulilah lah sudah bisa masuk 5 besar untuk tingkat SMP se Kalimantan Selatan...ke depan kami akan berusaha untuk memperbaiki blog kami ke arah yang lebih baik...semogaaaaaaaaaaaaaa.....

Baca Selengkapnya......

Sabtu, 10 April 2010

DAHSYATNYA KAMPUNG KUIN DALAM SEJARAH BANJARMASIN

0 komentar

Bandarmasih', 'Banjarmasih', atau 'Banjarmasin' ternyata merupakan nama-nama yang sama untuk menyebut ibukota propinsi Kalimantan Selatan yang usianya telah mencapai hampir lima ratus tahun dan sarat dengan kisah heroik.

Keadaan Banjarmasin yang berada di bawah permukaan air laut serta mempunyai banyak sungai -besar dan kecil- membuat masyarakatnya akrab dengan kehidupan di air. Sungai , air dan manusia saling mempunyai keterkaitan dan isi mengisi untuk hidup. Di beberapa tempat atau bagian tertentu daerah aliran sungai terdapat 'pasar di atas air', atau pasar terapung. Untuk waktu sekarang, pasar terapung di Muara Kuin merupakan salah satu sisa dari banyak lokasi pasar terapung yang pernah ada.

Muara Kuin atau tepatnya Kampung Kuin di Kelurahan Kuin Utara sekarang, merupakan wilayah bersejarah. Pada awal masa berdirinya, kota Banjarmasin memang bermula di Kampung Kuin; sebuah bandar orang-orang Melayu yang didirikan Patih Masih pada permulaan Abad 15. Kampung Kuin, Sungai Kuin dan daerah-daerah disekitarnya menjadi tempat aktivitas masyarakat dan kawula Kerajaan Banjar yang ramai di bidang ekonomi dan perdagangan. Sampai keadaan berubah ketika watak dan tabiat bangsa-bangsa kolonial memasuki wilayah ini di lain masa.

Kuin sebagai pusat pemerintahan dan ibukota Kerajaan Banjar pada masa itu lebih popoler dengan sebutan 'Bandarmasih' atau 'Banjarmasih', sedangkan nama 'Banjarmasin' timbul akibat kesalahan pengucapan para serdadu kolonial dan orang-orang Belanda maupun pendatang asing lainnya dari Erofa. Sampai sekitar tahun 1664, arsip Kerajaan Belanda berupa surat-surat yang dikirim ke wilayah Hindia Belanda untuk sultan-sultan yang memerintah di Kerajaan Banjarmasih, tetap menyebut Kerajaan Banjarmasih dalam versi ucapan Belanda; 'Bandzermash'. Kemudian sesudah tahun 1664 menjadi 'Bandjermassinghh', dan 'Bandjermasing' (tanpa huruf s dan hh).

Sebagaimana kerajaan maritim bercorak Islam lainnya di Nusantara sekitar Abad ke-16 dan ke-17, 'Banjarmasih' yang terletak di pesisir dan muara sungai besar sekitar Muara Kuin sekarang, menggantungkan perekonomiannya di bidang perdagangan dan pelayaran luar negeri.

Jung-jung Banjar yang besar untuk pelayaran inter-insuler dan interkontinental, terutama untuk pelayaran ke Tanah Seberang (Jawa), telah mampu dimiliki dan dibuat galangan kapal 'Banjarmasih'. Sehingga sebagai pusat kerajaan dan kota pelabuhan, 'Banjarmasih' saat itu merupakan bandar internasional yang ramai disinggahi kapal-kapal dari berbagai wilayah Nusantara dan dari berbagai bangsa di dunia.

Dalam kurun waktu itu pula, di bawah kekuasaan raja keempat Sultan Mustain Billah atau lebih dikenal dengan sebutan 'Marhum Panembahan' yang memerintah tahun 1595-1620, Banjarmasih dengan pusat pemerintahan di Karang Intan-Martapura(setelah berpindah dari Kraton Banjar di Kuin yang terbakar habis akibat serangan meriam VOC Belanda, pada tahun 1612) menjadi kerajaan yang disegani oleh kerajaan-kerajaan di sekitarnya sehingga sering menerima upeti tahunan dari raja-raja yang berada di bawah pertuanan Kerajaan Banjarmasih. Menurut sebuah berita Belanda, Kerajaan Banjarmasih pernah memiliki prajurit sampai berjumlah 50.000 orang saat itu.

Dengan kekuatan sebanyak itu, wajar bila kemudian Banjarmasih mampu membendung pengaruh Tuban, Arosbaya, maupun kekuatan yang lebih besar lagi seperti Mataram yang bermaksud 'menggantikan' dominasi Demak. Mungkin itu pula sebabnya mengapa kerajaan-kerajaan Tanah Bumbu dan Pagatan, Pulau Laut, Kerasikan, Paser, Berau, Kutai di pantai timur, Kotawaringin maupun Landak, Sukadana dan Sambas di belahan tengah dan barat pulau Kalimantan mengakui pertuanan Kerajaan Banjarmasih.

Abad ke-17 itu juga merupakan saat memuncaknya perdagangan lada yang merupakan satu-satunya komoditi ekspor Kerajaan Banjarmasih. Aktivitas pelayaran dan perdagangan yang dibiayai dengan modal penguasa dan para bangsawan Banjar membuat armadanya mampu melintasi lautan sampai ke Aceh dan Chocin Cina. Para penguasa berusaha memperoleh tanah garapan yang lebih luas lagi untuk lahan peneneman lada.

Penanaman lada ini makin berkembang seiring kedatangan pedagang-pedagang bermodal dari luar pulau seperti Melayu dan Jawa yang membawa serta keluarga dan kapal-kapal besar. Mereka adalah penduduk bandar-bandar besar di pesisir utara pulau Jawa yang melarikan diri ketika kota-kota mereka diserbu oleh laskar-laskar Sultan Agung dari Mataram. Kedatangan para saudagar Melayu dan Jawa ini makin menambah ramai iklim perdagangan di Kerajaan Banjarmasih saat itu.

Dengan perahu-perahu layarnya, para pedagang asing dari Tiongkok, Siam, Johor, Palembang, Portugis, Inggris, Belanda datang silih berganti merapat di bandar ini untuk berniaga barang-barang komoditi seperti emas, permata, cengkih, lada, pala, champor, kulit buaya, muntiara, rotan, besi dan lain-lain. Sedangkan Banjar mengimpor perhiasan, porselen, garam, gula, tawas dan keperluan sandang untuk penduduknya.

JEJAK SEJARAH dan BUDAYA

Sepanjang daerah tepian sungai Martapura sampai ke Kampung Kuin merupakan wilayah kota lama Banjarmasin jauh sebelum berdatangannya bangsa-bangsa Erofa. Jejak-jejak sebagai kota yang pernah menjadi pusat pemerintahan, kegiatan pelayaran dan perdagangan orang-orang Banjar tempo dulu masih meninggalkan sisa berupa bangunan-bangunan tua berasitektur tradisional 'rumah Banjar' yang berserakan di sepanjang tepi sungai, baik yang masih utuh, setengah ambruk ataupun yang hanya tinggal bekas-bekasnya saja lagi, dengan mudah dapat ditemukan.

Begitu juga tempat-tempat bersejarah seperti makam tokoh penyebar agama Islam 'Syekh Surgi MUfti' yang berada di Kampung Surgi Mufti. Makam pahlawan-pahlawan yang terkenal pada masa berkecamuknya Perang Banjarmasin, termasuk makam pahlawan nasional pencetus Perang Banjarmasin di tahun 1859-1905,Pangeran Antasari, yang semula berada di Muara Teweh - Kalimantan Tengah, kini dimakamkan di lokasi khusus tidak jauh dari Mesjid Jami - Banjarmasin. Selain itu ada juga masjid peninggalan raja Kesultanan Islam Banjarmasin pertama 'Masjid Sultan Suriansyah' dan komplek pemakaman dinasti Raja-raja Islam Banjarmasin di Kampung Kuin.

Sayangnya, bentuk fisik bangunan peninggalan bersejarah bekas kraton Banjarmasin pertama di Kampung Kuin yang diperkirakan sudah berdiri sejak tahun 1526 M, sulit ditemukan secara utuh, kecuali komplek pemakaman dan masjid kerajaan. Hal ini tidak dapat dilepaskan dari beberapa kali peristiwa kelabu yang menimpa kraton Banjar saat itu. Misalnya akibat yang dialami setelah penyerbuan armada kapal perang VOC Belanda pada tahun 1612 yang meluluh-lantakkan dan membakar habis Kraton Banjarmasih

Di tahun 1612 itu Belanda mengirimkan armada kapal perangnya yaitu de Hzewind, de Brack, de Halve Maan dan Klein van de Veer untuk menyerang Banjarmasih.

Lalu pada tahun 1677, kraton yang menjadi kediaman Pangeran Adipati Anom - sultan Banjar ke sembilan, kembali rata dengan tanah akibat penyerbuan orang-orang Melayu dan Bugis. Peristiwa yang sama terjadi lagi 24 tahun kemudian, kembali bumi Banjar memerah oleh api peperangan yang disulut Inggris pada tahun 1701 sehigga memporak-porandakan kraton Banjarmasih.

Peristiwa-peristiwa penyerbuan dan peperangan dengan bangsa asing itulah yang akhirnya menghapus jejak sejarah keberadaan kraton Banjar di Kampung Kuin hampir tanpa bekas sama sekali, baik yang ada di Kampung Kuin - Banjarmasin, maupun di Karang Intan dan Kayutangi - Martapura. Jejak salah satu kerajaan maritim terbesar dan terkuat di kawasan tengah Nusantara pada permulaan Abad ke-17.

Bila diurutkan sejak di Kraton Kuin - Banjarmasin sampai di Kraton Karang Intan dan Kayutangi di Martapura, terdapat kurang lebih 20-an orang raja-raja yang memerintah dan bertahta di Kesultanan Banjarmasin. Mereka adalah :

1. Sultan Suriansyah (1526 - 1545)

2. Sultan Rakhmatullah (1545 - 1570)

3. Sultan Hidayatullah (1570 - 1595)

4. Sultan Mustainbillah (1595 - 1620)

5. Sultan Inayatullah (1620 - 1637)

6. Sultan Saidullah (1637 - 1642)

7. Sultan Tahlilullah (1642 - 1660)

8. Sultan Arm-Allah (1660 - 1663)

9. Sultan Surianata (1663 - 1679)

10.SultanAmr-Allah Bagus Kesuma (1680 - 1700)

11.Sultan Tahmidullah (1700 )

12.Sultan Hamidullah (1700 - 1734)

13.Sultan Tamjidullah (1734 - 1759)

14.Sultan Muhammad Aliuddin Aminullah (1759 - 1761)

15.Sultan Sulaiman Saidullah (1761 - 1798)

16.Sultan Sulaiman Rakhmatullah (1801 - 1825)

17.Sultan Adam Al-Wasik Billah (1825 - 1857)

18a.Sultan Hidayatullah (1857 - 1862)

18b.Sultan Tamjidullah II (versi VOC Belanda) (1857 - 1859)

19.Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin (Pangeran Antasari) (18.. - 1862)

20.Panembahan Muhammad Said ( ........

21.Sultan Muhammad Seman (1865 - 1905)

Ada beberapa versi dari banyak penulis sejarah mengenai urutan raja-raja Kesultanan Banjarmasin ini. Bila mengikuti versi sejarawan Banjar, setelah Sultan Aliuddin Aminullah wafat, maka pamandanya -Sultan Tamjidullah- naik tahta lagi,sekaligus sebagai wali untuk putra mahkota dari faja yang wafat. Beberapa tahun setelah itu, ia digantikan anaknya yang di masa mudanya bernama Pangeran Natanegara atau Pangeran Natadilaga, yang mana setelah manjadi raja mempunyai banyak gelar atau sebutan sesuai zaman atau masa ia memerintah, antara lain; Susuhunan Nata Alam, Sultan Sulaiman Saidullah atau Sultan Tahmidullah II, Panembahan Batu, Panembahan Anum. Menurut M.Idwar Saleh, yang paling terkenal dari nama-nama itu adalah Susuhunan Nata Alam; salah satu raja terbesar dan terlama yang pernah memerintah/menduduki tahta Kesultanan Banjar.

Ada pun tiga orang raja terakhir (Pangeran Hidayatullah, Pangeran Antasari gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin dan Sultan Muhammad Seman) dalam sumber-sumber sejarah lokal Banjar tidak ditemukan catatan mengenai periodesasi jabatan mereka sebagai raja-raja Banjar yang pernah berkuasa. Sebuah buku yang diterbitkan Pemerintah Propinsi Kalimantan Selatan berjudul 'Urang Banjar dan Kebudayaannya', tidak mencantumkan nama-nama mereka sebagai raja-raja yang pernah ada di Kerajaan Banjar. Hal ini kemungkinan sumber pencatatan yang mereka ambil hanya berasal dari catatan-catatan pemerintah kolonial Belanda saja (lihat Noorlander dalam 'Urang Banjar dan Kebudayaannya' 2005:28)

Begitu juga M.Idwar Saleh; dalam bukunya tidak menyinggung sama sekali dua raja terakhir dalam periodesasi pemerintahan raja-raja Banjar. Dalam catatannya hanya sedikit ada disebutkan nama Pangeran Hidayatullah, dimana pada tahun 1860 -1862 Pangeran Hidayatullah di angkat oleh rakyat Kerajaan Banjar sebagai raja.

Padahal raja terakhir -Sultan Muhammad Seman- termasuk salah satu raja yang terlama memerintah dan fenomenal di Kerajaan Banjar, walaupun statusnya adalah raja yang memerintah dalam masa peperangan. Kenapa dikatakan fenomenal? Sepanjang seluruh masa pemerintahannya selama lebih dari 40 tahun (1863 - 25 Januari 1905), beliau berada dalam kondisi antara hidup dan mati. Dalam rentang waktu kehidupan sejak masa kelahiran beliau, Keerajaan Banjar (Pemerintahan Pagustian) yang beliau dan ayahnda beliau pimpin berada dalam posisi berperang dengan Pemerintahan Kolonial Belanda yang dipimpin Residen Belanda di Banjarmasin.

Sultan Muhammad Seman mewarisi darah ksatria tulen; perpaduan yang sangat kental antara keturunan raja-raja Banjar terdahulu malalui Pangeran Antasari dengan para ksatria Dayak melalui ibunda beliau yang adalah saudara kandung dari Tumenggung Surapati yang merupakan kepala suku Dayak Siang Murung. Ibunda beliau (Nyai Fatimah) adalah perempuan Dayak Siang Murung yang dinikahi oleh Pangeran Antasari, ayahanda beliau, yang saat itu menjadi Pimpinan Perang Tertinggi sekaligus Kepala Pemerintahan dan Penata Agama Kerajaan Banjar.

Setelah Pangeran Antasari wafat karena sakit tua pada tanggal 11 Oktober 1862 di desa Bayan Begok - Sampirang, Muara Teweh, Gusti Muhammad Said dan Gusti Muhammad Seman oleh para pemimpin rakyat dan para kepala suku Dayak diangkat menggantikan posisi ayahanda beliau dan diberi nama Panembahan Muhammad Said dan Sultan Muhammad Seman. Setelah Panembahan Muhammad Said wafat karena sakit, Pemerintahan Pegustian dipegang oleh Sultan Muhammad Seman tetap dengan tanggung jawab sebagai Pimpinan Perang Tertinggi, Kepala Pemerintahan dan Kepala Agama. Sultan Muhammad Seman kemudian gugur sebagai syuhada dalam pertempuran sengit yang terjadi untuk ke sekian kalinya di benteng Kalang Barah - Muara Teweh melawan pasukan marsose Belanda pimpinan Letnan Christoffel.

Riwayat Pangeran Antasari dan Gusti Muhammad Seman dapat ditelusuri jauh ke belakang, yaitu di masa pemerintahan Sultan Tahmidullah atau Panembahan Kuning, yang masa pemerintahannya tidak terlalu lama. Setelah beliau wafat, tahta kerajaan diserahkan kepada putera tertua bernama Pangeran Hamidullah (ketika naik tahta dinamai Sultan Hamidullah atau Sultan Kuning). Sedangkan putera almarhum raja yang kedua, Pangeran Tamjidullah, dijadikan Patih atau Mangkubumi.

Sultan Hamidullah atau Sultan Kuning menurunkan Pangeran Muhammad Aliuddin Aminullah (raja ke-14) yang menikah dengan saudara sepupu beliau sendiri, yaitu anak perempuan Pangeran Tamjidullah, lalu menurunkan tiga orang anak berturut-turut Pangeran Rahmat, Pangeran Amir dan Pangeran Abdullah.

Putera raja yang kedua, Pangeran Amir, menurunkan Pangeran Mash'ud yang dikawinkan dengan Gusti Chadijah, puteri dari Sultan Sulaiman Saidullah. Dari perkawinan ini lahir Pangeran Antasari. Jadi Pangeran Amir (yang oleh Pangeran Natadilaga sebelum menjadi raja dan bekerjasama dengan VOC Belanda, diasingkan ke Srilangka) inilah yang merupakan kakek langsung dari Pangeran Antasari, dan pedatuan oleh Sultan Muhammad Seman bin Pangeran Antasari.

Baca Selengkapnya......

Selasa, 02 Maret 2010

SEMBILAN BULAN DALAM RAHIM BUNDA

1 komentar

Sahabat jika kita mengetahui betapa Agungnya perjalan penciptaan manusia sampai seperti bentuk kita sekarang yag begitu sempurna....Subhanallah.....simak saja dalam video bedurasi tidak begitu lama di alamat ini.....
SEMBILAN BULAN DALAM RAHIM BUNDA
Download

Baca Selengkapnya......

MATERI PENGAYAAN IPA SMP

1 komentar

Sahabat bila anda berkenan dengan materi pengayaan ini silahkan coba anda buka download disini..
MATERI PENGAYAAN IPA SMP
Download

Baca Selengkapnya......

Selasa, 23 Februari 2010

27 WEBSITE UNTUK MENGEDIT FOTO ONLINE

0 komentar

27 WEBSITE UNTUK MENGEDIT FOTO ONLINE

Ada yang tahu tentang edit photo online ?? Hmm saya rasa hampir semua orang kini sudah mengetahui tentang hal ini. Mengedit photo dengan menggunakan jasa suatu web sehingga photo terlihat lebih menarik atau bahkan terlihat lucu. Tapi mungkin kamu hanya mengetahui beberapa situs web saja dan tentunya dengan format template yang itu-itu saja. Nah kini saya ingin berbagi sedikit daftar website yang menurut saya cukup menarik untuk dicoba. Karena jumlahnya cukup banyak jadi anggap saja hari ini saya berbagi bookmark pribadi tentang Edit Photo online..

Berikut 27 website yang dapat kamu coba untuk merubah photo mu menjadi lebih menarik tanpa perlu mengerit sama sekali tentang dunia desain.

• Picnik
Picnik merupakan website yang sangat luar bisa, karena disana kita diizinkan untuk membuat berbagai macam efek, menambahkan text, atau merubah ukuran gambar sesuka hati kita. Hanya saja ada beberapa fiture yang mengharuskan kita mengupgrade

• photofunia
Siapa yang tidak tahu website satu ini? Photofunia sudah terkenal dengan banyaknya template yang mereka sediakan dan siap untuk kita guanakan. Lebih dari 100 template menarik di Photofunai

• BeFunky
“Anyone can be an artist” kata-kata itu sering muncul di situs ini karena memang dari web tersebut photo kita akan nampak lebih menarik hanya dengan satu klik saja.

• Funphotobox
FunPhotoBox adalah tempat dimana anda dapat membuat gambar lucu dari foto Anda. dengan FunPhotoBox kita dapat menambahkan efek khusus dan tentunya menjadi lebih lucu lagi..

• Photo505
Photo505 memiliki tempate yang sangat menarik dengan hasil yang cukup memuaskan..

• Loonapix
Banyaknya pilihan template yang manis ditambah proses pembuatannya yang sangat cepat menjadikan kelebihan tersendiri unuk Loonapix

• Funny
Kunjungi websitenya untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut..

• Dumpr
Membuat photo menjadi sketsa pinsil dengan hasil yang sangat menakjubkan..

• Writeonit
Membuat pesan text dengan sangat mudah, menarik dan cepat.

• Magmypic
Membuat photo kamu menjadi sebuah cover majalah..

• Instyle
Membuat bermcam-macam gaya rambut sebelum kamu pergi ke salon hehe..

• Hairmixer
Kunjungi websitenya untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut..

• Bighugelabs
Kunjungi websitenya untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut..

• Faceinhole
Kunjungi websitenya untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut..

• Festisite
Kunjungi websitenya untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut..

• Fakemagazinecover
Kunjungi websitenya untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut..

• Celebrity.myheritage
Kunjungi websitenya untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut..

• Poladroid
Kunjungi websitenya untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut..

• Fototrix
Kunjungi websitenya untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut..

• Jpgfun
Hampir mirip dengan photofunai yaitu menyajikan banyak template menarik yang dapat kita isi dengan photo kita/..

• Hetemeel
Kunjungi websitenya untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut..

• Photovisi
Kunjungi websitenya untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut..

• Pixisnap
Kunjungi websitenya untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut..

• Fotocrib
Kunjungi websitenya untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut..

• Condenet
Kunjungi websitenya untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut..

• Pizap
Kunjungi websitenya untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut..

• Blingee
Diperlukan login untuk dapat membuat efek pada photo.


Baca Selengkapnya......

Selasa, 02 Februari 2010

SERTIFIKASI GURU KUOTA 2009

0 komentar

Alhamdulilah saya panjatkan kehadirat Allah Swt....akhirnya sertifikasi guru kuota 2009 sudah selesai diterbitkan dan diumumkan lengkap dengan sertifikat pendidiknya sudah selesai.....berarti kuota tahun 2009 tinggal menunggu penerbitan SK dari PMPTK dari Jakarta untuk di segera menerima tunjangan profesinya terhitung mulai bulan Januari 2009....
Mudah-mudahan semua proses tersebut dapat berjalan lebih cepat daripada sebelumnya....amin ya rabbal alamin.....
Oke ...selamat juga bagi teman-teman yang di kuota 2010 sudah keluar namanya untuk segera menlengkapi pemberkasannya...mudah-mudahan semua bisa berjalan lancar dan baik......
Salam sejahtera semuanya bagi rekan-rekan guru di seluruh tanah air tercinta ....semoga dunia pendidikan kita semakin jaya.....dan selalu menjadi yang terbaik......amin

Baca Selengkapnya......

Jumat, 02 Oktober 2009

DANA BOS UNTUK APA YAH…?

0 komentar

PENGGUNAAN DANA BOS

(Dicuplik dari Buku Panduan BOS 2009)

Penggunaan dana BOS di sekolah harus didasarkan pada kesepakatan dan keputusan bersama antara Tim Manajemen BOS Sekolah, Dewan Guru dan Komite Sekolah, yang harus didaftar sebagai salah satu sumber penerimaan dalam RKAS/RAPBS, di samping dana yang diperoleh dari Pemda atau sumber lain yang sah.

Dari seluruh dana BOS yang diterima oleh sekolah, sekolah wajib menggunakan sebagian dana tersebut untuk membeli buku teks pelajaran yang hak ciptanya telah dibeli oleh pemerintah. Tata cara dan jenis buku yang harus dibeli diuraikan secara detail dalam Bab VI. Sedangkan dana BOS selebihnya digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan berikut:

1. Pembiayaan seluruh kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru, yaitu biaya pendaftaran, penggandaan formulir, administrasi pendaftaran, dan pendaftaran ulang, serta kegiatan lain yang berkaitan langsung dengan kegiatan tersebut (misalnya untuk fotokopi, konsumsi panitia, dan uang lembur dalam rangka penerimaan siswa baru, dan lain sebagainya yang relevan).

2. Pembelian buku referensi untuk dikoleksi di perpustakaan.

3. Pembelian buku teks pelajaran untuk dikoleksi di perpustakaan.

4. Pembiayaan kegiatan pembelajaran remedial, pembelajaran pengayaan, olahraga, kesenian, karya ilmiah remaja, pramuka, palang merah remaja dan sejenisnya (misalnya untuk honor jam mengajar tambahan di luar jam pelajaran, biaya transportasi dan akomodasi siswa/guru dalam rangka mengikuti lomba).

5. Pembiayaan ulangan harian, ulangan umum, ujian sekolah dan laporan hasil belajar siswa (misalnya untuk fotokopi, honor koreksi ujian dan honor guru dalam rangka penyusunan rapor siswa).

6. Pembelian bahan-bahan habis pakai seperti buku tulis, kapur tulis, pensil, spidol, kertas, bahan praktikum, buku induk siswa, buku inventaris, langganan koran/majalah pendidikan, minuman dan makanan ringan untuk kebutuhan sehari-hari di sekolah.

7. Pembiayaan langganan daya dan jasa, yaitu listrik, air, telepon, termasuk untuk pemasangan baru jika sudah ada jaringan di sekitar sekolah. Khusus di sekolah yang tidak ada jaringan listrik, dan jika sekolah tersebut memerlukan listrik untuk proses belajar mengajar di sekolah, maka diperkenankan untuk membeli genset.

8. Pembiayaan perawatan sekolah, yaitu pengecatan, perbaikan atap bocor, perbaikan pintu dan jendela, perbaikan mebeler, perbaikan sanitasi sekolah dan perawatan fasilitas sekolah lainnya.

9. Pembayaran honorarium bulanan guru honorer dan tenaga kependidikan honorer. Untuk sekolah SD diperbolehkan untuk membayar honor tenaga honorer yang membantu administrasi BOS.

10. Pengembangan profesi guru seperti pelatihan, KKG/MGMP dan KKKS/MKKS.

11. Pemberian bantuan biaya transportasi bagi siswa miskin yang menghadapi masalah biaya transpor dari dan ke sekolah. Jika dinilai lebih ekonomis, dapat juga untuk membeli alat transportasi sederhana yang akan menjadi barang inventaris sekolah (misalnya sepeda, perahu penyeberangan, dan lain-lain).

12. Pembiayaan pengelolaan BOS seperti alat tulis kantor (ATK), penggandaan, surat menyurat, insentif bagi bendahara dalam rangka penyusunan laporan BOS dan biaya transportasi dalam rangka mengambil dana BOS di Bank/PT POS.

13. Pembelian komputer desktop untuk kegiatan belajar siswa, maksimum 1 set untuk SD dan 2 set untuk SMP.

14. Bila seluruh komponen 1 s.d 13 di atas telah terpenuhi pendanaannya dari BOS dan masih terdapat sisa dana, maka sisa dana BOS tersebut dapat digunakan untuk membeli alat peraga, media pembelajaran, mesin ketik dan mebeler sekolah.

Penggunaan dana BOS untuk transportasi dan uang lelah bagi guru PNS diperbolehkan hanya dalam rangka penyelenggaraan suatu kegiatan sekolah selain kewajiban jam mengajar. Besaran/satuan biaya untuk transportasi dan uang lelah guru PNS yang bertugas di luar jam mengajar tersebut harus mengikuti batas kewajaran. Pemerintah daerah wajib mengeluarkan peraturan tentang penetapan batas kewajaran tersebut di daerah masing-masing dengan mempertimbangkan faktor sosial ekonomi, faktor geografis dan faktor lainnya.

PETUNJUK TEKNIS KEUANGAN

TENTANG PENGGUNAAN DANA BOS

Tata cara penggunaan dan pertanggungjawaban dana BOS akan diuraikan untuk setiap komponen yang diperbolehkan didanai oleh BOS. Adapun pertanggungjawaban penggunaan dana untuk pembelian/penggandaan buku teks pelajaran juga identik dengan komponen untuk pembelian buku referensi.

1. Pembiayaan seluruh kegiatan dalam rangka Penerimaan Siswa Baru

Ø Digunakan untuk biaya pendaftaran, penggandaan formulir, administrasi pendaftaran dan pendaftaran ulang, termasuk di dalamnya pengeluaran untuk alat tulis, fotocopy, honor/uang lembur, dan konsumsi panitia pendaftaran siswa baru dan pendaftaran ulang siswa lama.

Ø Pembayaran honor panitia dikenakan PPh Psl. 21 (lihat butir C. tentang aturan perpajakan).

Ø Pengadaan formulir dan alat tulis dikenakan PPN dan PPh Psl 22 (lihat butir C. tentang aturan perpajakan).

2. Pembelian buku referensi untuk dikoleksi di perpustakaan.

Ø Dalam pengadaan buku buku referensi untuk dikoleksi di perpustakaan yang harus diperhatikan adalah kualitas buku yang baik dengan harga yang layak dan sistem pembayaran yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ø Pengadaan buku tersebut tidak dikenakan PPN, tetapi dikenakan PPh Psl. 22 (lihat butir C. tentang aturan perpajakan).

3. Pembelian buku teks pelajaran untuk dikoleksi di perpustakaan.

Ø Dalam pengadaan buku teks pelajaran untuk dikoleksi di perpustakaan harus memperhatikan pada BSE.

Ø Pengadaan buku tersebut tidak dikenakan PPN, tetapi dikenakan PPh Psl. 22 (lihat butir C. tentang aturan perpajakan).

4. Membiayai kegiatan pembelajaran remedial, pembelajaran pengayaan, olah raga, kesenian, karya ilmiah remaja, pramuka, palang merah remaja dan sejenisnya.

Ø Dapat digunakan untuk membiayai kegiatan tersebut seperti pengeluaran alat tulis, bahan dan penggandaan materi termasuk honor jam mengajar tambahan di luar jam pelajaran, biaya transportasi dan akomodasi siswa/guru dalam rangka mengikuti lomba.

Ø Pembelian alat tulis, bahan, dan penggandaan materi dikenakan PPN dan PPh Psl 22 (lihat butir C. tentang aturan perpajakan).

Ø Pembayaran honor panitia dan guru yang mengajar remedial/pengayaan dikenakan PPh Psl. 21 (lihat butir C. tentang aturan perpajakan).

5. Membiayai ulangan harian, ulangan umum, ujian sekolah dan laporan hasil belajar siswa

Ø Dapat digunakan untuk membayar honor pengawas ulangan/ujian, penulis soal ujian, koreksi hasil ujian, panitia ujian, honor guru dalam rangka penyusunan rapor siswa, membeli bahan dan penggandaan soal dan lain-lain yang relevan dengan kegiatian tersebut.

Ø Pembelian alat tulis/bahan/penggandaan soal ujian/lain-lain, raport dll dikenakan PPN dan PPh Psl 22 (lihat butir C. tentang aturan perpajakan).

Ø Pembayaran honor pengawas, penulis soal ujian, koreksi hasil ujian, panitia ujian serta honor guru/wali kelas dalam rangka pembuatan laporan evaluasi siswa dikenakan PPh Psl. 21 (lihat butir C. tentang aturan perpajakan).

6. Membeli bahan-bahan habis pakai

Ø Digunakan untuk pembelian bahan pendukung proses belajar mengajar seperti buku tulis, kapur tulis, pensil, spidol, kertas, bahan praktikum, buku induk siswa, buku inventaris. Dana BOS dapat juga digunakan untuk membayar langganan koran, makanan dan minuman untuk kebutuhan sehari-hari di sekolah.

Ø Untuk pembelian bahan pendukung proses belajar mengajar dikenakan PPN dan PPh Psl 22 (lihat butir C. tentang aturan perpajakan).

7. Membayar langganan daya dan jasa

Ø Untuk membayar langganan listrik, air dan telepon yang ada di sekolah.

Ø Bila terdapat jaringan telepon dan listrik di sekitar sekolah dan sekolah belum berlangganan daya dan jasa tersebut, diperkenankan untuk memasang jaringan ke sekolah.

Ø Tidak diperkenankan untuk pembelian handphone dan membayar pulsa handphone.

Ø Jika tidak ada jaringan lstrik dan dirasakan diperlukan untuk kegiatan belajar mengajar, maka diperkenankan untuk membeli Genset.

8. Membayar biaya perawatan sekolah

Ø Digunakan untuk keperluan biaya perawatan ringan seperti pengecetan, perbaikan atap bocor, perbaikan pintu dan jendela, perbaikan mebeler, perbaikan sanitasi sekolah dan perawatan fasilitas sekolah lainnya.

Ø Perawatan ringan dilakukan dengan swakelola.

Ø Pembayaran honor pekerja berdasarkan upah kerja harian sesuai kehadiran dibuktikan dengan daftar hadir. Honor pekerja dikenakan PPh Psl 21 (lihat butir C. tentang aturan perpajakan).

Ø Pengadaan bahan perawatan ringan dikenakan PPN dan PPh Psl 22 (lihat butir C. tentang aturan perpajakan).

9. Membayar honorarium bulanan guru honorer dan tenaga kependidikan honorer.

Ø Untuk sekolah SD diperbolehkan untuk membayar honor tenaga yang membantu administrasi BOS.

Ø Bagi guru PNS di sekolah negeri yang mengajar di sekolah swasta diluar kewajiban jam mengajar di sekolah negeri diperlakukan sebagai tenaga pendidik honorer oleh sekolah swasta tersebut. Guru PNS yang ditugaskan oleh pemerintah di sekolah swasta, diperlakukan sebagaimana PNS di sekolah negeri.

Ø Tambahan insentif rutin bagi kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah.

Ø Honorarium bulanan guru honorer dan tenaga kependidikan honorer dikenakan PPh Psl. 21 (lihat butir C. tentang aturan perpajakan).

10. Pengembangan Profesi Guru

Ø Dapat digunakan untuk membiayai kegiatan pelatihan, KKG/MGMP dan KKKS/MKKS. Pengeluaran untuk kegiatan tersebut seperti honorarium nara sumber, penulis naskah materi paparan, honor peserta, pengadaan alat tulis, bahan, penggandaan materi, transport, dan konsumsi dapat dipergunakan dari dana BOS.

Ø Pengadaan alat tulis/bahan/penggandaan materi dikenakan PPN dan PPh Psl 22 (lihat butir C. tentang aturan perpajakan).

Ø Pembayaran honorarium narasumber, penulis naskah materi paparan, dan honor peserta dikenakan PPh Psl. 21 (lihat butir C. tentang aturan perpajakan).

11. Memberi bantuan biaya transportasi bagi siswa miskin yang menghadapi masalah biaya transport dari dan ke sekolah

Ø Dipergunakan untuk meringankan biaya transport dari dan ke sekolah bagi siswa miskin. Bantuan biaya transportasi tidak dikenakan pajak. Bantuan diberikan hanya kepada siswa yang karena biaya transportasi sehingga terancam tidak masuk sekolah. Komponen ini juga dapat berbentuk pembelian alat transportasi bagi siswa yang tidak mahal, misalnya sepeda, perahu penyeberangan dll. Alat ini menjadi inventaris sekolah.

12. Membiayai kegiatan dalam kaitan dengan pengelolaan BOS, seperti :

Ø ATK, penggandaan, surat menyurat, insentif bagi bendahara dalam rangka penyusunan laporan BOS dan biaya transporasi dalam rangka pengambilan dana BOS di Bank/PT Pos Indonesia (Persero).

Ø Untuk pembelian ATK dan penggandaan dikenakan PPN dan PPh Psl. 22 (lihat butir C. tentang aturan perpajakan).

Ø Untuk honor penyusunan laporan dikenakan PPh Psl 21 (lihat butir C. tentang aturan perpajakan).

13. Pembelian personal komputer untuk kegiatan belajar siswa, maksimum 1 set untuk SD dan 2 set untuk SMP

Ø Pembelian PC dikenakan PPN dan PPh Psl 22 (lihat butir C. tentang aturan perpajakan).

14. Bila seluruh komponen 1 s.d. 13 di atas telah terpenuhi pendanaannya dari BOS dan masih terdapat sisa dana maka sisa dana BOS tersebut dapat digunakan untuk membeli alat peraga, media pembelajaran, mesin ketik, dan mebeler sekolah.

Ø Untuk pembelian alat peraga, media pembelajaran dan mebeler sekolah dikenakan PPN dan PPh Psl. 22 (lihat butir C. tentang aturan perpajakan).

Baca Selengkapnya......
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

FANS BOX