Senin, 16 Februari 2026

SURAT EDARAN KADIS MENGENAI KEGIATAN SEKOLAH DI BULAN RAMADHAN 1447 H

0 komentar

Surat edaran dari 
Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin ini mengatur jadwal dan teknis kegiatan pembelajaran selama bulan Ramadhan 2026 untuk tingkat PAUD, SD, dan SMP. Instruksi tersebut mencakup pembelajaran mandiri di lingkungan keluarga pada pertengahan Februari, diikuti dengan agenda Pesantren Ramadhan secara tatap muka. Terdapat penyesuaian jam belajar yang lebih singkat bagi siswa, di mana waktu pulang sekolah diatur berdasarkan jenjang pendidikan masing-masing. Dokumen ini juga menetapkan periode libur pasca-Ramadhan yang berlangsung selama dua minggu mulai pertengahan Maret. Seluruh aktivitas pendidikan dijadwalkan akan kembali normal pada tanggal 30 Maret 2026. Penyesuaian ini dilakukan untuk menyelaraskan kalender akademik dengan kekhususan ibadah di bulan suci bagi seluruh warga sekolah.

Untuk lebih jelasnya simak channel Yotube ini !!!



Baca Selengkapnya......

Minggu, 08 Februari 2026

Kunjungan Studi Tiru SMPN 2 Jorong Tanah Laut

0 komentar

Pagi itu, di tengah hiruk-pikuk kota Banjarmasin yang penuh semangat, sebuah rombongan istimewa tiba dengan hati terbuka lebar. Kepala Sekolah, para guru, dan pengawas pembina dari SMP Negeri 2 Jorong, Kabupaten Tanah Laut, melangkah memasuki gerbang SMP Negeri 15 Banjarmasin. Ini bukan kunjungan wisata—ini adalah studi tiru yang sarat makna, sebuah perjalanan untuk menimba ilmu dan menyalakan kembali bara prestasi di sekolah asal mereka.

SMPN 15 Banjarmasin bukan sekadar sekolah biasa. Di sini, 12 kegiatan ekstrakurikuler unggulan menjadi pilar kokoh prestasi non-akademik yang membanggakan. Dari seni tari, musik, olahraga, hingga kepemimpinan dan bela negara—semuanya dirancang untuk membentuk siswa yang tidak hanya pintar, tapi juga tangguh, disiplin, dan berjiwa juara. Namun, yang paling mencuri perhatian rombongan adalah ekstrakurikuler Paskibraka—pasukan pengibar bendera yang legendaris.

Untuk lebih jelasnya silahkan untuk berkunjung di Yotutube kani di bawah ini !!!




Baca Selengkapnya......

Sabtu, 07 Februari 2026

KEBIJAKAN TPG (TUNJANGAN PROFESI GURU) TAHUN 2026

0 komentar

Perubahan sistem pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) pada tahun 2026 merupakan langkah transformasi dari mekanisme triwulan ke bulanan dengan tujuan mempercepat distribusi dana dan meminimalkan sisa pembayaran di akhir tahun (carry over).

Berikut adalah rincian utama mengenai perubahan sistem tersebut menurut sumber yang tersedia:

1. Frekuensi dan Mekanisme Penerbitan SKTP

·         Perubahan Jadwal: Jika sebelumnya TPG dicairkan setiap tiga bulan sekali (triwulan), mulai tahun 2026 pencairan dilakukan setiap bulan.

·         Otomatisasi SKTP: Surat Keputusan Tunjangan Profesi (SKTP) akan terbit secara otomatis setiap bulan, asalkan data guru di Dapodik dan Info GTK sudah valid.

2. Masa Transisi dan Penanganan Carry Over

·         Pencairan Gabungan di Awal Tahun: Pada awal 2026 (Januari–Maret), para guru mungkin akan menerima dana dalam jumlah besar (sekitar Rp8–18 juta) karena adanya carry over dari tahun 2025 (Triwulan 3 dan 4) yang dibayarkan bersamaan dengan dimulainya sistem bulanan baru.

·         Target Stabilisasi: Mekanisme bulanan ini diharapkan mulai stabil dan minim keterlambatan pada periode Maret–April 2026

U    Untuk lebih lengkapnya silahkan kunjungi Yotube kami di bawah ini !!!



Baca Selengkapnya......

Rabu, 04 Februari 2026

BUDAYA SEKOLAH AMAN dan NYAMAN

0 komentar

Konsep Inti Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

Definisi sederhana: Budaya Sekolah Aman dan Nyaman adalah keseluruhan nilai, sikap, kebiasaan, dan perilaku yang kita bangun bersama supaya setiap orang di sekolah merasa:

  • Kebutuhan spiritualnya terpenuhi
  • Fisiknya terlindungi
  • Psikologis & sosial-budayanya sejahtera
  • Aman di dunia digital

Ada 9 asas dasar yang jadi pondasi (ini penting diingat terus!):

  1. Humanis → memanusiakan semua orang
  2. Komprehensif → menyeluruh, tidak setengah-setengah
  3. Partisipatif → semua dilibatkan
  4. Kepentingan terbaik bagi anak
  5. Nondiskriminatif → tidak membeda-bedakan
  6. Inklusif → merangkul semua, termasuk yang berbeda kemampuan
  7. Keadilan & kesetaraan gender
  8. Harmonis
  9. Berkelanjutan → terus-menerus, bukan program setahun sekali,
Untuk lebeh detailnya silahkan kunjungi Yotutube kami di bawah ini !!!



Baca Selengkapnya......

Minggu, 18 Januari 2026

Permendikdasmen No. 12 Tahun 2025 (Bagian 3)

0 komentar

1. Latar Belakang dan Tujuan Lampiran III

Lampiran III mengatur ruang lingkup materi untuk jenjang Pendidikan Menengah, yaitu:

  • Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA) atau sederajat (kelas 10–12)
  • Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) atau sederajat (kelas 10–12)

Materi ini merupakan kriteria minimum yang harus dikuasai murid agar mencapai kompetensi lulusan yang siap melanjutkan ke perguruan tinggi, dunia kerja, atau kewirausahaan. Pendidikan menengah lebih mendalam dan spesifik dibandingkan pendidikan dasar, dengan penekanan pada pemilihan kelompok mata pelajaran (khususnya di SMA) serta penguatan vokasi di SMK.

Tujuannya: membentuk lulusan yang memiliki pengetahuan mendalam, keterampilan abad 21 (kritis, kreatif, kolaboratif, komunikatif), karakter Pancasila, serta kompetensi profesional sesuai minat dan bakat.

2. Muatan Wajib di Jenjang Pendidikan Menengah

Muatan wajib sama dengan jenjang sebelumnya, yaitu:

  1. Pendidikan Agama
  2. Pendidikan Pancasila
  3. Pendidikan Kewarganegaraan
  4. Bahasa (Bahasa Indonesia, Bahasa Daerah – bisa masuk muatan lokal, Bahasa Inggris wajib)
  5. Matematika
  6. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
  7. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
  8. Seni dan Budaya
  9. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)
  10. Keterampilan/Kejuruan (di SMK lebih dominan)
  11. Muatan Lokal

Tambahan penting: Di SMA, murid memilih kelompok peminatan mulai fase E (kelas 10) yang menentukan mata pelajaran pilihan (misalnya MIPA, IPS, Bahasa, atau kombinasi).

3. Struktur Ruang Lingkup Materi Pendidikan Menengah

Lampiran III menggunakan fase sebagai berikut:

  • Fase E: Kelas 10 (umum, pengenalan pilihan)
  • Fase F: Kelas 11–12 (spesialisasi sesuai peminatan di SMA, atau konsentrasi kejuruan di SMK)

Setiap mata pelajaran memiliki elemen dan capaian pembelajaran yang lebih tinggi dan aplikatif.

Berikut ringkasan rinci per mata pelajaran utama beserta contoh konkret di lapangan (disesuaikan konteks Semarang/Jawa Tengah):

No

Mata Pelajaran

Elemen Utama (Contoh)

Capaian di Fase E (Kelas 10) – Contoh

Capaian di Fase F (Kelas 11–12) – Contoh

Contoh Kegiatan Konkret di Lapangan

1

Pendidikan Agama

Ibadah, akhlak, tasawuf, sejarah agama, kerukunan

Memahami fiqih muamalah, menghormati keragaman agama

Menganalisis isu kontemporer dari perspektif agama, proyek dakwah digital

• Kelas 11 MA: Diskusi toleransi beragama di Semarang (masjid, gereja, vihara berdampingan) • Proyek “Aku Peduli Sesama” bantu korban banjir

2

Pendidikan Pancasila

Profil Pelajar Pancasila, isu global

Menganalisis kasus pelanggaran Pancasila di masyarakat

Merancang solusi masalah bangsa berbasis Pancasila

• Kelas 12: Debat “Demokrasi Pancasila vs Liberal” • Proyek gotong royong revitalisasi Kampung Pelangi Semarang

3

Pendidikan Kewarganegaraan

Konstitusi, hak asasi manusia, geopolitik

Memahami sistem ketatanegaraan Indonesia

Menganalisis kebijakan luar negeri, simulasi sidang DPR

• Kelas 10: Kunjungan ke DPRD Jawa Tengah

4

Bahasa Indonesia

Teks sastra & nonsastra, presentasi, debat

Menulis esai argumentatif, analisis novel

Menyusun karya ilmiah, pidato kebangsaan

• Kelas 12: Lomba debat bahasa Indonesia tingkat provinsi

5

Bahasa Inggris

Academic & professional English

Diskusi isu global, report writing

TOEFL/IELTS preparation, business English

• Kelas 11: English Debate Club, presentasi “Tourism in Semarang”

6

Matematika

Aljabar, kalkulus dasar, statistik lanjut

Fungsi, trigonometri, probabilitas

Turunan & integral (MIPA), statistik inferensial

• Kelas 12 MIPA: Analisis data cuaca BMKG Semarang

7

IPA (Fisika/Kimia/Biologi)

Konsep lanjut, eksperimen

Hukum Newton, reaksi kimia, ekosistem

Mekanika kuantum dasar, biokimia, genetika

• Kelas 11: Percobaan laboratorium di Lawang Sewu (fisika gelombang suara) • Proyek konservasi mangrove Pantai Marina

8

IPS (Ekonomi/Sosiologi/Geografi/Sejarah)

Analisis sosial-ekonomi

Pasar & inflasi, stratifikasi sosial

Ekonomi digital, globalisasi, sejarah Indonesia modern

• Kelas 12 IPS: Riset pasar UMKM di Pasar Johar Semarang

9

Seni dan Budaya

Apresiasi & kreasi seni

Analisis seni tradisional vs modern

Produksi karya seni (film, musik, tari)

• Kelas 10: Pentas tari Gambyong atau musik gamelan Jawa

10

PJOK

Olahraga prestasi, manajemen kesehatan

Strategi permainan, fitness program

Coaching dasar, analisis biomekanika

• Kelas 11: Latihan voli pantai atau sepak takraw khas Jateng

11

Keterampilan/ Kejuruan (SMK dominan)

Informatika, teknik, bisnis, pariwisata, dll.

Pemrograman web, CAD, akuntansi dasar

Proyek capstone, magang industri

• SMK Pariwisata Semarang: Magang di hotel-hotel Lawang Sewu area • SMK Teknik: Membuat robot sederhana untuk lomba nasional

12

Muatan Lokal

Bahasa Jawa, batik, wayang, kuliner khas

Apresiasi sastra Jawa, praktik batik

Produksi batik motif Semarang, analisis wayang

• Kelas 10–12: Praktik membatik motif Tugu Muda atau Lumpia

4. Perbedaan Utama SMA vs SMK

  • SMA: Fokus akademik, pilihan kelompok mata pelajaran (MIPA, IPS, Bahasa). Fase F lebih mendalam untuk persiapan PTN/PTK.
  • SMK: 60–70% praktik kejuruan, sertifikasi kompetensi (BNSP), magang industri wajib. Contoh di Semarang: SMK Negeri 2 (Teknik Mesin), SMK Negeri 7 (Pariwisata).

5. Pendekatan Pembelajaran yang Dianjurkan

  • Project-Based & Problem-Based Learning: Murid mengerjakan proyek nyata (misalnya startup UMKM lokal).
  • Magang & Kolaborasi Industri: Khusus SMK, tapi SMA juga bisa (Prakerin opsional).
  • Digital & Literasi Teknologi: Penggunaan AI, coding, data analysis.
  • Penilaian Komprehensif: Portofolio, proyek akhir, ujian sekolah + asesmen nasional.

6. Implikasi bagi Guru, Sekolah, dan Murid di Lapangan (Khusus Semarang/Jawa Tengah)

  • Guru harus menguasai pendekatan diferensiasi dan teknologi.
  • Sekolah SMA seperti SMA Negeri 1, 3, atau Kesatrian bisa memperkuat kelas MIPA untuk persiapan olimpiade.
  • SMK di Semarang (seperti SMK Pariwisata atau Teknologi Informasi) mendapat peluang besar karena industri pariwisata (Borobudur, Lawang Sewu) dan manufaktur kuat di Jateng.
  • Muatan lokal Jawa (bahasa krama alus, batik, wayang kulit) menjadi kekuatan untuk pelestarian budaya sekaligus daya saing.

7. Kesimpulan

Lampiran III Permendikdasmen 12/2025 memberikan kerangka pendidikan menengah yang fleksibel, relevan dengan kebutuhan zaman, dan berorientasi masa depan. Materi lebih mendalam, aplikatif, dan memberi ruang besar bagi murid untuk memilih jalur sesuai minat (akademik atau vokasi).

Di lapangan, khususnya di Semarang dan Jawa Tengah, peraturan ini membuka peluang besar untuk mengintegrasikan kekayaan budaya lokal (batik, gamelan, kuliner) dengan keterampilan digital dan industri, sehingga lulusan SMA/SMK tidak hanya kompeten secara nasional, tapi juga memiliki identitas kuat sebagai putra-putri daerah yang siap bersaing di tingkat global.

Baca Selengkapnya......
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

FANS BOX