Rabu, 31 Oktober 2012

Mengembangkan Keterampilan Kepala Sekolah Dalam Upaya Peningkatan Mutu sekolah/madrasah.

0 komentar

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah telah ditetapkan bahwa ada 5 (lima) dimensi kompetensi yaitu: Kepribadian, Manajerial, Kewirausahaan, Supervisi dan Sosial. Dalam rangka pembinaan kompetensi calon kepala sekolah/kepala sekolah untuk menguasai lima dimensi kompetensi tersebut, Sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap akuntabilitas sekolah, maka meningkat pula tuntutan terhadap para kepala sekolah. Mereka diharapkan mampu melaksanakan fungsinya baik sebagai manajer dan leader. Untuk meningkatkan kemampuan kepala sekolah dan tenaga kependidikan yang lain, pemerintah telah menunjukkan good will, dengan memperhatikan kesejahteraan melalui beberapa langkah antara lain: pemberian gaji, kewenangan, dan otonomi yang cukup untuk memperkuat peran manajerial mereka di sekolah. 


Dengan instrumen kebijakan baru, maka para kepala sekolah akan segeran mendapat kompensasi meningkat, dukungan profesional, dan otonomi. Sebagai pemimpin pendidikan di sekolah, kepala sekolah memiliki tanggungjawab legal untuk mengembangkan staf, kurikulum, dan pelaksanaan pendidikan di sekolahnya. Di sinilah, efektifitas kepemimpinan kepala sekolah tergantung kepada kemampuan mereka bekerjasama dengan guru dan staf, serta kemampuannya mengendalikan pengelolaan anggaran, pengembangan staf, scheduling, pengembangan kurikulum, paedagogi, dan assessmen. Membekali kepala sekolah memiliki seperangkat kemampuan ini dirasa sangat penting. Di samping itu untuk mewujudkan pengelolaan sekolah yang baik, perlu adanya kepala sekolah yang memiliki kemampuan sesuai tuntutan tugasnya. Untuk itu di dalam Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 tetang Standar Nasional Pendidikan, pasal 38 disebutkan kriteria menjadi kepala SMP/MTs/SMA/MA/ SMK/ MAK meliputi:
  • (1)berstatus sebagai guru SMP/MTS/SMA/MA/SMK/MAK;
  • (2).Memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku;
  • (3).Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun di SMP/MTs/SMA/MA/SMK/MAK; dan,
  • (4).Memiliki kemampuan kepimpinanan dan kewirausahaan di bidang pendidikan. 

Dalam kerangka MBS, kepala sekolah bertanggungjawab atas pelaksanaan:
  • (1) manajemen sekolah; 
  • (2) pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM); dan 
  • (3) peningkatan peran serta masyarakat dalam mendukung program sekolah. 

Partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan, telah diamanatkan dalam UU RI No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 8 disebutkan “masyarakat berhak berperan serta dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi program pendidikan”, dan pada pasal 9 berbunyi “ masyarakat berkewajiban memberikan dukungan sumber daya dalam penyelenggaraan pendidikan”.


Untuk menjalankan tugas manajerial di atas, dan juga merespon tuntutan yang terus berubah saat ini, kepala sekolah harus memiliki kepemimpinan yang kuat agar mampu melaksanakan program-program sekolah yang mereka bina secara efektif. Hal ini, mengingat kepala sekolah tidak saja bertanggungjawab mengelola guru, murid, dan orang tua, tetapi juga harus menjalin hubungan sekolah dengan masyarakat luas. Untuk mendukung pelaksanaan tanggungjawab tersebut, kepala sekolah perlu memiliki kemampuan dan keterampilan kepemimpinan. 


Sejalan dengan tuntutan masyarakat terhadap mutu pendidikan, belakangan ini banyak muncul ide persekolahan modern dengan berbagai nama, seperti: Sekolah Unggul, Sekolah Terpadu, Sekolah Percontohan, dan seterusnya. Di beberapa negara maju gerakan ini dinamakan dengan ide Sekolah Efektif. Ciri utama sekolah efektif, berdasarkan berbagai riset meliputi: 
  • (a) kepemimpinan instruksional yang kuat; 
  • (b) harapan yang tinggi terhadap prestasi siswa; 
  • (c) adanya lingkungan belajar yang tertib dan nyaman; 
  • (d) menekankan kepada keterampilan dasar; 
  • (e) pemantauan secara kontinyu terhadap kemajuan siswa; dan 
  • (f) terumuskan tujuan sekolah secara jelas (Davis & Thomas, 1989: 12). 

Untuk mewujudkan sekolah yang bermutu hanya mungkin didukung oleh kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan yangkompeten. Fred M. Hechinger (dalam Davis & Thomas, 1989: 17) pernah menyatakan:“Saya tidak pernah melihat sekolah yang bagus dipimpin oleh kepala sekolah yang buruk dan sekolah buruk dipimpin oleh kepala sekolah yang buruk. Saya juga menemukan sekolah yang gagal berubah menjadi sukses, sebaliknya sekolah yang sukses tiba-tiba menurun kualitasnya. Naik atau turunnya kualitas sekolah sangat tergantung kepada kualitas kepala sekolahnya”.

Pandangan tersebut menganjurkan kepada para kepala sekolah untuk memahami tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin pendidikan secara cermat. Telah menjadi harapan masyarakat bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan selayaknya mampu memimpin dirinya sendiri dan mempunyai kelebihan dibandingkan dengan yang lainnya Jadi, punya ilmu harus dipraktikkan seperti nasehat Confius, seorang filosof kuno yang menyatakan, ”Inti pengetahuan ialah mempunyai dan menggunakannya.” Secara obyektif, kehidupan sekolah akan selalu mengalami perubahan sejalan dengan dinamika pembangunan. Kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan harus berupaya mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya dalam mengelola perubahan yang terjadi di sekolah. Melihat posisinya sebagai top leader, kepala sekolah yang kompeten akan menjadi penentu keberhasilan atau kegagalan reformasi pendidikan pada tingkat sekolah. Sergiovanni (1987) menjelaskan kriteria sekolah yang bermutu dapat dilihat dari indicator :1).Skor tes UN meningkat, 2).Kehadiran (guru, siswa, staf) meningkat, 3).Meningkatnya jumlah PR, 4).Meningkatnya waktu untuk penyampaian mata pelajaran, 4).Adanya partisipasi masyarakat dan orang tua, 5).Partisipasi siswa dalam ekstra kurikuler, 6).Penghargaan bagi siswa dan guru,7).Kualitas dukungan layanan bagi siswa dengan kebutuhan khusus. Kriteria sekolah bermutu tersebut akan berkembang sesuai dengan muatan nilai-nilai lokal sekolah, di samping mengikuti standar kinerja pada umumnya. 


Mengingat tugas kepemimpinan yang kompleks, maka dari sejumlah rujukan menjelaskan bahwa kepemimpinan yang kompeten di sekolah dapat berkait dengan kepemimpinan kepala sekolah di sekolah yang bermutu. Atas dasar pandangan ini, maka kepemimpinan yang kompeten di sekolah dapat dimengerti sebagai bentuk kepemimpinan yang menekankan kepada pencapaian prestasi akademik dan non akademik sekolah. Dengan demikian, pemimpin pendidikan yang kompeten selalu berkonsentrasi untuk menggerakkan faktor-faktor potensial bagi ketercapaian tujuan sekolah. Sebagai pemimpin pendidikan pula, kepala sekolah yang kompeten mampu menunjukkan kemampuannya mengembangkan potensi-potensi sekolah, guru, dan siswa untuk mencapai prestasi maksimal. Sehingga dapat digambarkan bahwa seorang kepala sekolah yang kompeten sebagai pemimpin pendidikan selayaknya harus mampu meningkatkan prestasi sekolah dengan menunjukkan kemampuannya dalam mengelola sekolah, guru, dan siswa sebagai komponen utama untuk mencapai tujuan sekolah. 


Pengelolan yang terkait dengan komponen sekolah dapat meliputi: 
  • (a) kurikulum praktis dan mantap; 
  • (b) tujuan yang menantang dan balikan yang efektif; 
  • (c) partisipasi orang tua dan masyarakat; 
  • (d) lingkungan yang tertib dan nyaman; dan 
  • (e) kolegialitas dan profesionalisme. 

Sementara, pengelolan yang terkait dengan komponen guru dapat mencakup:
  • (a) strategi instruksional; 
  • (b) manajemen kelas; dan 
  • (c) desain kurikulum. 

Adapun pengelolaan yang terakit dengan siswa mencakup:
  • (a) lingkungan rumah; 
  • (b) kecerdasan belajar; dan 
  • (c) motivasi. 


Ketiga komponen tersebut bersifat interrelatif, oleh karenanya harus dikelola secara sinergis dengan mendasarkan kepada prinsip-prinsip koordinasi, sinkronisasi, dan integrasi. Dari berbagai pandangan di atas, dapat ditegaskan bahwa kepemimpinan efektif adalah kepemimpinan kepala sekolah yang memfokus kepada pengembangan instruksional, organisasional, staf, layanan murid, serta hubungan dan komunikasi dengan masyarakat. Sajian tulisan ini akan mendeskripsikan kepala sekolah yang kompeten ditinjau dari aktifitasnya dalam berkomunikasi, membangun teamwork, mengambil keputusan, menangani konflik, dan memelihara budaya kerja di sekolah. 



 Kepala sekolah yang kompeten harus mengetahui: 
  • (a) mengapa pendidikan yang baik diperlukan di sekolah, 
  • (b) apa yang diperlukan untuk meningkatkan mutu sekolah, dan 
  • (c) bagaimana mengelola sekolah untuk mencapai prestasi terbaik. 

Kemampuan untuk menguasai jawaban atas ketiga pertanyaan ini akan dapat dijadikan standar kelayakan apakah seseorang dapat menjadi kepala sekola yang kompeten atau tidak. Dalam menjalankan perannya sebagai pemimpin yang kompeten di sekolah, selama periode kepemimpinannya kepala sekolah dapat melaksanakan hal-hal berikut. 


Dalam tahun pertama masa bakti kepemimpinannya, dapat melakukan hal-hal berikut: 
  • a. Menerima tanggungjawab sebagai kepala sekolah. Jika masih menekankan kepada administrasi dan disiplin, membiarkan guru mengajar di kelas, maka ia perlu merubah wawasannya menuju manajemen sekolah efektif 
  • b. Menetapkan tujuan dan menetapkan norma-norma atas dasar kebijakan yang telah digariskan oleh dinas pendidikan, nilai masyarakat, dan tentunya visinya sendiri tentang sekolah unggul 
  • c. Berkonsentrasi kepada upaya-upaya pembelajaran dan mulai melakukan kunjungan kelas 
  • d. Mengembangkan aktifitas dan struktur sesuai dengan tujuan, norma, dan maksud pendidikan 
  • e. Menyusun kalender akademik untuk menghindari hambatan belajar siswa, waktu perencanaan guru, dan seterusnya 
  • f. Mendukung saluran-saluran untuk melakukan komunikasi terbuka, pengambilan keputusan, dan problem-solving. Berusaha untuk memantapkan atmosfir kolegial 
  • g. Memperhatikan pertemuan dewan guru dalam memecahkan persoalan 
  • h. Merencanakan pementapan dan orientasi akademik 
  • i. Merencanakan sistem pemberian penghargaan bagi siswa dan staf 
  • j. Berinisiatif membangkitkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat 

Di tahun kedua, kepala sekolah menindaklanjuti ide-ide pada tahun pertama dengan kegiatan nyata, termasuk: 

  • 1) Memantapkan iklim akademik sekolah, harapan berprestasi tinggi dalam keterampilan dasar, penilaian kemajuan, dan prestasi siswa. Minat staf harus dikonsentrasikan ke hal-hal tersebut 
  • 2) Mendorong kepekaan sekolah terhadap masyarakat 
  • 3) Mentransformasi visi sekolah efektif kepada staf, siswa, dan orang tua 
  • 4) Beralih dari fokus persoalan yang sempit menuju orientasi program yang lebih luas 
  • 5) Tampil percaya diri dan lebih visibel di jalan, kelas, halaman sekolah, dan masyarakat 
  • 6) Berinisiatif melakukan observasi kelas dan kegiatan supervisi instruksional 
  • 7) Menjadwal peristiwa pelatihan instruksional 
  • 8) Memberi dukungan secara kontinyu kepada staf selama sesuai dengan tujuan sekolah yang lebih luas 
  • 9) Menjalin hubungan yang baik dengan komunitas sekolah, termasuk staf, siswa, orang tua, dan lingkungan; selalu memperlakukan staf, siswa, orang tua, dan pihak lain dengan rasa hormat. 

Pada tahun ketiga , kepala sekolah pada dasarnya menyempurnakan implementasi perubahan iklim dan prosedur sekolah dan melanjutkan reformasi. Dalam hal ini, kepala sekolah dapat melakukan hal-hal berikut:
  • 1) Melanjutkan menyusun dan mentransformasi tujuan personal dan sekolah yang sejalan dengan pemerintah
  • 2) Memantau proses dan program instruksional 
  • 3) Mengkoordinasikan program instruksional, dengan memantapkan prestasi
  • 4) Mengambil peran penting dalam pengembangan program dan evaluasi dan keputusan tentang seleksi materi instruksional 
  • 5) Merencanakan dan menjadwal untuk penggunaan material dan sumber daya personil secara optimal 
  • 6) Mengorganisasi pelatihan inservice guru dalam bidang khusus dan teknik pengelolaan kelas 
  • 7) Menyempurnakan standar kinerja guru, siswa, staf, dan diri sendiri. Sumber : Internet.

Baca Selengkapnya......

Minggu, 21 Oktober 2012

PERTIMBANGAN SAAT KITA MEMILIH TABLET

1 komentar

Tablet sudah menjadi trend dan fenomena tersendiri di Indonesia. Tak heran jika begitu banyak tipe dan jenis tablet yang beredar di pasaran. Mulai dari merek papan atas berkualitas premium sampai merek lokal yang berharga di bawah sejutaan. Semuanya ikut nimbrung meramaikan bursa tablet tanah air. Dari sekian banyak tablet yang beredar pasti terbersit pertanyaan mau pilih tablet bermerek yang cenderung unggul dari sisi kualitas atau tablet lokal yang notabene lebih bersahabat terhadap harga. Juga ada paramater lain seperti fitur, OS, spesifikasi dan lain-lain. Nah, berikut kami paparkan rekomendasi jika hendak memilih tablet.Semoga bermanfaat...monggo disimak.... 1. Kesesuaian Harga Dengan Fitur Faktor pertama yang paling terlihat adalah masalah harga. Range tablet branded terbentang lebar mulai dari kelas 2 jutaan sampai 8 jutaan. Sementara tablet lokal bermain di kisaran angka 500 ribuan – 2 jutaan. Terlihat perbedaan signifikan di antara keduanya. Namun saat ini banyak pula tablet lokal berharga murah namun tetap memiliki kualitas prima. Dengan harga lebih murah, Anda tetap dapat menikmati pesona Android ICS, transfer data HSDPA, koneksi DLNA, dual kamera dan lain-lain. Tapi kalau Anda memang mengincar kualitas pastinya tablet branded yang jadi pilihan. Ambil contoh di kelas 3 jutaan, cukup banyak pilihan diantaranya Huawei MediaPad atau Acer Iconia Tab A101. Bahkan generasi terbaru Galaxy Tab 2 7 inci juga menambah persaingan tablet branded kian ketat. Spesifikasi yang bisa dibandingkan meliputi banyak hal. Selain versi OS, prosesor, kapasitas RAM dan ROM, jenis layar, atribut multimedia maupun sektor konektivitas. 2. Ukuran layar Ada beragam ukuran layar tablet di pasaran, mulai dari Pilih 5, 7, 8, 9 hingga di atas 10 incii. Tidak hanya dari segi fitur, varian tablet juga dibedakan dengan ukuran layar. Untuk urusan satu ini, pemilihan ukuran dan model sangat ditentukan selera. Saat pengguna membutuhkan portabilitas dan mobilitas, tablet 7 inci sudah cukup. Namun pengguna lain mungkin menginginkan punya tablet dengan ukuran layar lebih besar untuk keperluan editing dokumen, menonton film resolusi tinggi, atau browsing lebih nyaman. Pilihan bisa jatuh ke ukuran 9 atau 10 inci. Semuanya tergantung selera dan kebutuhan pengguna. Tablet segmen layar 5 inci termasuk langka dan umumnya merupakan perpaduan antara smartphone dan tablet. Salah satu yang cukup dikenal adalah Samsung Galaxy Note. Sementara di segmen 6 sampai 10 inci inci kaya variasi, mulai dari tablet lokal seperti Advan Vandroid T4, TiPhone Tpad Justin, Samsung Galaxy Tab 7.7 hingga Samsung Galaxy Tab 2 10.1 atau Asus Eee Pad Slider SL101. 3. Fitur Unik Satu kelebihan dan jadi nilai tambah bagi tablet lokal yang tidak dipunyai oleh tablet branded. Yaitu kapabilitas dalam memuat dua kartu SIM dan TV analog. Beberapa nama tablet lokal yang punya kemampuan itu seperti IMO Tab X-1, Beyond B Pad. Atau ada juga yang hanya menyuguhkan TV analog tanpa dual SIM macam Cyrus TV Pad atau Mito T200. Ada juga tablet yang mendukung teknologi 3D. Hanya sedikit yang sudah ditunjang dengan fasilitas seperti ini semisal Pixcom Andro 3D Tab 7. Tablet branded yang mendukung teknologi 3D adalah LG Optimus Pad, sayang sudah tidak dipasarkan lagi versi barunya. 4. Jenis Kamera Rata-rata tablet lokal hanya mengusung kamera 2 MP. Memang ada yang sudah support 3.2 bahkan 5 MP. Sementara tablet brended kebanyakan sudah mengadopsi kamera 5 MP. Memang ada nama-nama beken macam Galaxy Tab 7.0 Plus atau Galaxy Tab 7.7 yang hanya support kamera 3.15 MP. Namun hasil bidikan kameranya cukup bisa dipertanggungjawabkan. Pengaturan kamera maupun video pada tablet branded juga biasanya lebih beragam. Sehingga Anda dapat memaksimalkan hal ini untuk mendapatkan hasil foto yang lebih oke. Termasuk dalam hal pencahayaan, ketajaman maupun kontras warna. 5. Prosesor Kecepatan prosesor dan kapasitas memori yang digunakan juga turut memegang peranan. Dengan prosesor yang lebih baik pastinya kemampuan tablet dalam mengeksekusi ragam menu menjadi lebih optimal. Ditambah lagi kalau tablet tersebut sudah mengusung kemampuan berotak ganda alias dual core, dijamin kecakapannya dalam membuka banyak aplikasi secara bersamaan / multitasking tidak perlu diragukan lagi. Nah disini keunggulan yang tidak dimiliki tablet lokal dibanding tablet branded. Untuk keecepatan prosesor sangat bervariasi. Rata-rata tablet yang ada memakai prosesor sebesar 800 MHz – 1 GHz. Namun ada juga tablet yang sudah membenamkan otak bawaan sebesar 1,5 GHz. Jadi Anda harus ekstra hati-hati dalam memilih tablet berprosesor besar. Lalu apa sih manfaatnya punya tablet dual core ? Paling jelas dengan memiliki prosesor dual-core memungkinkan tablet melakukan berbagai hal lebih cepat, lebih efisien dan efektif. Tablet tersebut dapat memproses dua tindakan sekaligus, yang berarti lebih mudah bagi sistem operasi perangkat untuk menjalankan berbagai aplikasi maupun browsing yang intensif. 6. Teknologi layar kapasitif/ resistif Ada dua 2 jenis teknologi layar sentuh yang dipakai oleh tablet saat ini, yakni layar jenis kapasitif dan resistif. Layar kapasitif saat ini dianggap lebih baik dibandingkan layar resisitif. Mengapa? Berbeda halnya dengan layar sentuh resistif yang menggunakan alat bantu semisal stylus atau pen untuk pengoperasian menu. Dengan layar sentuh kapasitif, Anda hanya dapat menggunakan jari untuk memainkan navigasi di layar. Hal ini tentu saja memungkinkan fitur seperti dukungan multi-touch berjalan lancar dan akan membuat layar bekerja cepat dan efisien. Sementara layar sentuh resistif sensitif terhadap sentuhan apapun, karena sangat bergantung pada tekanan. Pada saat bersamaan, fungsi multi-touch layar resisitif malah kurang bagus dan responnya lebih lemah dibanding layar kapasitif. 7. Perhatikan OS yang dipakai Selanjutnya berbicara mengenai sistem operasi bawaan dari tablet. Sebagian besar tablet yang beredar mengusung Android kecuali tablet populer iPad yang menggunakan iOS. Jika Anda ingin berburu tablet Android dengan sistem operasi terbaru yakni Android v4.0 (Ice Cream Sandwich), pilihan sudah banyak. Di rentang harga sejutaan ada IMO Z5, Speed Up Pad Ice, Axioo Picopad7, Tabulet Troy2, Tabulet Beat 2, adalah nama-nama yang patut dipertimbangkan. Di segmen atas ada Samsung Galaxy Tab 2 10,1 dan Galaxy Tab 2 7.0, Tablet Android v3.0 yakni Honeycomb lebih didominasi produk dengan segmen harga menengah. Semisal Sony Tablet S, Toshiba Regza AT1SO, Huawei MediaPAd, Acer Iconia Tab A101 Sementara jika Anda berburu tablet jika masih ingin bermain dengan sistem operasi Gingerbread, maka IMO Tab X1, S Nexian Genius, Tabulet Octa 2 adalah pilihan terbaik di segmen entry level. Ada juga poduk vendor papan atas seperti HTC Flyer. Hati-hati, jangan sampai memilih tablet Android dengan kemampuan OS di bawah Gingerbread. Biasanya, kualitas atau user experience kurang memuaskan. Selain itu, fasilitas yang disediakan tak selengkap tablet ber-OS Gingerbead ke atas. 8. Tablet SIM atau non SIM Sebenarnya tablet sendiri lebih difungsikan sebagai alat bantu pekerjaan, media hiburan atau media browsing internet. Namun, seiring berjalannya waktu dan adanya permintaan pasar akan sebuah tablet PC yang tidak hanya buat olah data dan bekerja. Banyak vendor mulai melepas tablet yang punya fungsi telefoni dan SMS (disupport SIM card operator). Meski begitu, tetap ada tablet yang konsisten tanpa disertai fungsi telefoni (non SIM card). Tablet tanpa slot SIM card biasanya dikhususkan untuk urusan pekerjaan atau hiburan. Sehingga dirasa fungsi telepon dan SMS sudah bisa dipenuhi oleh telepon selular. Contohnya, Samsung Galaxy Tab 7 WiFi atau Speed Up Pad S2 Ice. Sementara untuk tablet dengan fasilitas SIM card alias didukung fungsi telefoni plus layanan data paling banyak beredar. Bahkan tak puas hanya satu, pada beberapa tipe tablet lokal juga menyertakan kecakapan memuat dual SIM. Kartu pertama biasanya untuk pemakaian data internet sedang kartu kedua disiapkan untuk memenuhi paket telepon dan SMS murah contohnya IMO Tab X1. 9. Layanan Purna Jual Faktor penting lain adalah layanan purna jual (after sales service) dimana tempat servis center dan masalah garansi jadi perhatian. Tablet branded jelas unggul karena memiliki sentra-sentra servis center yang tersebar di berbagai tempat. Hal ini memudahkan pemiliknya melakukan perbaikan atau melayangkan keluhan saat tablet bermasalah. Sedang untuk Anda yang memilih tablet lokal, pastikan tablet lokal yang Anda beli memiliki layanan purna jual yang mudah dan gampang ditemui. Parhatikan pula kemudahan mendapatkan sparepart bagi tablet yang dibeli.

Baca Selengkapnya......

Sabtu, 22 September 2012

FESTIFAL JUKUNG RAMAIKAN HARI JADI KOTA BANJARMASIN KE 486

1 komentar

Banjarmasin BUNGAS itu dambaan semua warga, Banjarmasin di usianya yang ke 486 jangan biarkan KERIPUT dan PEOT dimakan zaman, jagalah dia agar tetap menjadi “BANJARMASIN BUNGAS”. Banjarmasin BUNGAS itu dambaan semua warga, Banjarmasin di usianya yang ke 486 jangan biarkan KERIPUT dan PEOT dimakan zaman, jagalah dia agar tetap menjadi “BANJARMASIN BUNGAS”. Salah satu bentuk upaya melestarikan budaya Banjar adalah dengan diselenggarakannya Festival Jukung Hias dan Tanglong yang diselenggarakan setiap tahun, biasanya bertepatan dengan Hari Jadi Kalimantan Selatan dan merupakan salah satu bagian dari Festival Budaya Pasar terapung. Festival ini diadakan di atas aliran sungai Martapura. Dalam festival ini, peserta harus menghias jukungnya seindah mungkin dengan berbagai ornamen dan bentuk yang menarik seperti kepala naga, replika rumah Banjar, dan lain – lain yang dipadukan dengan lampu-lampu hias (tanglong) warna warni. Penilaian terhadap peserta dilaksanakan 2 kali yaitu siang dan malam hari. Siang hari jukung – jukung itu dinilai dari keindahan bentuk dan hiasannya, tidak jarang para peserta itu juga menampilkan kesenian khas banjar untuk lebih mendukung penampilan jukung mereka. Pada malam hari peserta juga dinilai dari keindahan tanglong (lampu hias) yang dipasang dijukung para peserta. Suasana semarak kemilau warna-warni dari jukung-jukung tersebut juga akan terpantul permukaan Sungai Martapura yang mengalun tenang. Pada saat itu, warga Banjarmasin seakan tumpah ruah dan memadati tepian sungai Martapura untuk menyaksikan pemandangan yang indah dan menarik ini. Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Banjarmasin, Norhasan mengemukakan bahwa rangkaian kegiatan memeriahkan hari jadi itu akan diawali pada 22 September 2012 dengan Festival Jukung Tanglong di sungai Martapura. "Bahkan rencananya kita buat panggung musik di atas kapal tongkang pada malam itu," ujarnya. Saat ini, kata Norhasan, persiapan dan pendaftaran sudah dibuka, dan seluruh kelurahan tampaknya mendaftar untuk mengikuti kegiatan tersebut. Pada penutupan festival itu nanti, akan digelar pesta kembang api seperti tahun-tahun sebelumnya. Kemudian puncak acara Harjad 24 September 2012, ada pergelaran seni budaya selama sepekan. "Pokoknya dalam kaitan memperingati Harjad Kota Banjarmasin kita berusaha ciptakan semeriah mungkin," umbar Norhasan. Setiap malam selama sepekan nanti akan ada pergelaran seni budaya seperti Mamanda, Wayang Gung, dan musik tradisional. Ia berharap dengan adanya berbagai kegiatan festival dan pergelaran seni menjadi daya pikat wisatawan sekaligus hiburan bagi masyarakat Banjarmasin.

Baca Selengkapnya......

HARI JADI KOTA BANJARMASIN KE 486 (BANJARMASIN KOTAKU SELAMAT BERULANG TAHUN YANG KE 486 SEMOGA SEMAKIN MAJU DAN BERJAYA DI SEANTERO NUSANTARA …..)

0 komentar

Tak terasa ternyata Banjarmasin adalah salah satu Kota tua di antara kota-kota yang ada di seantero Nusantara, betapa tidak saat ini Banjarmasin telah genap berusia 486 tahun pada tanggal 24 September 2012 ini. Mengapa pada tanggal ini 24 September dijadikan hari jadi Kota Banjarmasin? Hal ini tak lepas dari sejarah bahwa pada tanggal tersebut yaitu tanggal 24 September 1526/6 Zulhijjah 932 H , Pangeran Samudera dengan gelar antara lain: 1. Sunan Batu Abang[2] 2. Sulthan Soerian Shah[3] 3. Sulthan Soerian Sjach[4] 4. Sultan Suryanullah 5. Surian Allah[5] 6. Panembahan Batoe Abang[2] 7. Panembahan Batu Habang[5] 8. Mata Habang 9. Soeria Angsa[2] 10. Pangeran Surya Angsa[6] 11. Pangeran Samudera[1] 12. Pangeran Samudera[1] 13. Pangeran Djaija Samoedra[ [7] memeluk Islam dan bergelar Sultan Suriansyah dan akhirnya Tanggal ini dijadikan Hari Jadi Kota Banjarmasin. Banjarmasin dengan usianya yang sudah 486 tahun terbilang dan termasuk dalam tantaran kota tua di Republik Inidonesia ini, tapi sayang bukti-bukti yang menguatkan tentang ketertuan sejarah Kota Banjarmasin sulit untuk dibuktikan secara fisik, baik dalam peninggalan bangunan-bangunan kerjaan (seperti candi atau keraton Kesultanan Raja Banjar) tidak lagi bisa kita temukan. Yang masih bisa kita temui bukti sejarah yang ada tentang kerjaan Banjar di masa lalu adalah sebuah komplek pemakaman raja yaitu komplek makam Sultan Suriansyah yang letaknya di daerah Kuin Utara, kecamatan Banjarmasin Utara Banjarmasin tepat di sisi sungai Kuin. Juga masih ada lagi sebuah bangunan bersejarah berupa Rumah ibadah (Masjid) Sultan Suriansyah yang juga terletak tidak jauh dari komplek pemakaman Sultan. Memang kepedulian masyarakat untuk melestarikan bangunan bersejarah sebagai cagar budaya di Banjarmasin masih sangat kurang, terbukti dengan pelestarian lingkungan dan perawatan cagar budaya itu sendiri yang belum terperhatikan secara mendalam baik oleh masyarakat ataupun pemerintah daerah setempat. Mudah-mudahan di tahun-tahun yang akan dating Pemerintah daerah Banjarmasin lebih serius lagi dalam hal penangan semua aset daerah yang merupakan peninggalan bersejarah yang dapat kita jadikan suatu pedoman bagi anak cucu kita nanti dalam membangun karakter budaya yang mumpuni untuk rasa memiliki dan kepatriotan teladan yang harus kita jaga dan lestarikan sepanjang masa. Selamat Ulangh Tahun Kota Tercintaku....Semoga Engkau bisa terus dan terus berjaya dari semua kota yang ada, amin ya robbal alamin.

Baca Selengkapnya......

Rabu, 19 September 2012

NILAI UKG DI BANJARMASIN

0 komentar



Berdasarkan data sementara LPMP, nilai UKG tertinggi mencapai 87 dan nilai terendah 23. Sementara untuk rata-rata, data masih dihimpun dari 13 kabupaten kota se Kalsel.

Hal tersebut dikemukakan Kasubag Umum LPMP Kalsel, Rosyianita. Dia mengatakan bagi guru yang tak bisa mencapai angka ketuntasan minimal, yakni 70, akan dilakukan kembali pembinaan. Baik itu melalui diklat atau workshop.

"Nanti ada kerja sama antara pemerintah daerah melalui Disdik dengan LPMP untuk melakukan pembinaan," ujarnya.


Hasil UKG, nantinya bisa jadi stimulus bagi pemerintah daerah melalui Disdik kabupaten kota, agar bisa termotivasi melakukan pembinaan.

Dia mengatakan tujuan utama dari UKG untuk adalah untuk pemetaan. Sebab selama ini, belum ada evaluasi yang dilakukan untuk mengukur kompetensi guru sertifikasi.

Dulu, pernah dilakukan manual pada 2005. Sekarang, bisa dilihat lagi bagaimana kompetensi guru sertifikasi.

"Nanti masing-masing kabupaten kota bisa melihat bagaimana kondisi guru-guru yang ada di daerahnya masing-masing. Dengan dasar inilah, nanti dilakukan pembinaan," ujarnya.(Sumber: B. Post)

Baca Selengkapnya......

ANAK SAYA KOK SUSAH MAKAN YAH...?

0 komentar

Anak anda susah makan, dan udah mencoba berbagai cara agar dia mau makan tapi tetep aja gak mau? berikut ini saya dapat artikel yang menarik cara membuat anak mau makan dengan lahap, dan trik-tiknya membuat anak kembali doyan makan dan tidak perlu usaha keras agar si kecil mau sedikit melahap makanan berat, tips ini saya dapatkan dari tabloid nova, dan semoga tips ini bisa membantu para ibu yang mempunyai anak dengan nafsu makan yang kurang.
Langkah-langkah yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:


• Kenali pola makan anak. Berikan makanan di saat anak lapar.
• Kurangi camilan atau kudapan di antara jam makan. Tawarkan makanan padat terlebih dahulu lalu susu dan minuman lain sesudahnya.
• Ciptakan suasana makan yang menyenangkan, tidak memaksa, dan tidak memburu-buru. Jangan paksa anak untuk menghabiskan makanan dengan cepat. Apalagi jika anak sedang belajar makan sendiri.
• Jelaskan dengan gaya bercerita tentang menu dan kandungan gizi santapannya.
• Mulailah dengan porsi makanan yang kecil. Tambahkanlah secara bertahap jika porsi yang kecil itu sudah dihabiskannya.
• Sajikan menu yang bervariasi serta bahan yang beragam setiap hari. Menu kesukaan anak pun bisa sangat membosankan jika disajikan terus-menerus setiap hari.
• Lakukan kreasi penyajian yang cantik dan lucu agar selera makan anak semakin bertambah.
• Hindari mengajak anak makan di saat ia sedang marah, sedih, atau lelah. Tenangkan dulu emosinya, setelah itu baru mengajaknya makan.
• Biarkan anak makan sendiri. Meski hasilnya pasti berantakan, tapi biasanya anak lebih menikmati aktivitas makan dengan caranya sendiri.
• adilah model yang baik untuk anak. Makan di tempat yang disediakan, menerapkan pola makan yang sehat, juga menghabiskan makanan.
Tidak ada salahnya anda mencaba tips agar anak mau makan diatas, karena jika gerak mereka aktif akan tetapi kurang asupan gizi di kawatirkan anak akan gampang sakit karena daya tahan tubuhnya kurang,

Baca Selengkapnya......

Tips Mendidik Anak Yang Sulit Diatur

0 komentar


Sebagai orangtua, Anda akan merasa sangat pusing saat menghadapi anak yang sulit diatur. Gara-gara hal itu, biasanya Anda malah akan memarahi anak. Padahal sebenarnya ada cara efektif dan kreatif agar si kecil tidak lagi semaunya sendiri.

Menurut Melly Kiong, semua persoalan yang terjadi pada anak, sebenarnya awalnya karena orangtua juga.

Contohnya jika anak suka melawan, biasanya hal itu karena orangtuanya terlalu galak. Kalau anak manja, hmmm, Anda sebaiknya pikir lagi, siapa yang awalnya memanjakan anak.

Melly mengatakan, seharusnya orangtua jangan cepat menghakimi jika anak melakukan sesuatu hal yang menurut Anda salah. Sebagai orangtua, Anda juga harus melihat dari kacamata anak.

Untuk anak yang sulit diatur, Melly punya cara jitu untuk mengatasinya. Hal yang perlu dilakukan agar anak tak lagi semaunya sendiri adalah dengan membangun mental konsekuen sejak dini. Apa maksudnya?



"Buat aturan bersama-sama," ujar wanita 42 tahun ini. Melly berbagi tips saat ditemui dalam acara Interactive Talkshow & Coaching Clinic Indomaret di Kidzania, Pacific Place, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Dalam membuat aturan bersama ini tentu saja anak harus dilibatkan. Jika Anda ibu bekerja, ajak juga orang yang mengasuh anak sehari-hari, entah itu sang nenek atau pengasuh.

"Misalnya kalau anak minta dibelikan game. Buat dulu aturannya bersama-sama kapan boleh main game," tuturnya.

Saat membuat aturan tersebut, anak juga perlu diajarkan disiplin. Contohnya, kalau anak tidak mengikuti aturan yang sebenarnya sudah ia sepakati itu, apa konsekuensinya. Konsekuensi tersebut tentunya juga harus dibuat bersama-sama dengan anak.

Dengan melibatkan dia, si kecil akan merasa orangtuanya tidak semauanya sendiri. Anak juga seperti memiliki kekuasaan, karena dia ikut terlibat dalam pembuatan aturan tersebut.

Sebagai orangtua, menurut Melly, Anda juga perlu membangun mental juang anak. Hal ini agar anak mau berusaha meraih sesuatu yang diinginkannya.

Selama ini, anak menjadi manja karena memang orangtua lah yang memanjakan mereka. Apalagi orangtua yang bekerja. Mereka kerap merasa bersalah karena sudah menghabiskan waktunya berjam-jam di luar rumah, bukan dengan anak. Saat libur tiba, anak minta sesuatu, orangtua cenderung memberikannya, tanpa perlu si anak mengerti artinya berusaha.

Bagaimana caranya membangun mental juang anak? Melly telah mempraktekkannya pada anaknya sendiri. Ia membuat daftar kebaikan atau kepintaran yang telah dilakukan anak-anaknya dalam sepekan. Ibu dua anak itu tidak lupa menyediakan hadiah untuk anak-anaknya saat mereka mampu dan mau melakukan hal-hal baik tersebut.

Daftar kebaikan atau kepintaran ini ditulis oleh si anak sendiri. Setiap pulang bekerja, Melly akan bertanya pada anaknya, apa yang sudah si anak lakukan hari ini. Misalnya saja, mau makan sayur, bisa memakai sepatu sendiri, bisa makan sendiri, dan lain-lain.

Hadiah yang diberikan pada anak tidak perlu mahal-mahal. Mainan atau buku bacaan sesuai keinginannya bisa jadi salah satu contoh hadiah untuk anak.

"Menulis hal-hal baik ini juga termasuk salah satu cara membangun kepercayaan diri anak. Hargai hal-hal kecil yang dilakukan anak, berikan pujian," tandas wanita yang sebelum menulis buku, 21 tahun bekerja sebagai marketing.
(Sumber: Voa Islam)

Baca Selengkapnya......

CARA AMPUH MEMARAHI ANAK YANG SUSAH DIATUR

0 komentar


Sebagaimana senyuman yang damai, kadang kita harus memarahi anak. Ini bukan berarti kita meninggalkan kelembutan, sebab memarahi dan sikap lemah-lembut bukanlah dua hal yang bertentangan. Lemah-lembut merupakan kualitas sikap, sebagai sifat dari apa yang kita lakukan. Sedangkan memarahi -bukan marah-merupakan tindakan. Orang bisa saja bersikap kasar, meskipun dia sedang bermesraan dengan istrinya.

Persoalan kemudian, kita acapkali tidak bisa meredakan emosi pada saat menghadapi perilaku anak yang menjengkelkan. Kita menegur anak bukan karena ingin meluruskan kesalahan, tetapi karena ingin meluapkan amarah dan kejengkelan. Tidak mudah memang, tetapi kita perlu terus-menerus belajar meredakan emosi saat menghadapi anak, utamanya saat menghadapi perilaku mereka yang membuat kita ingin berteriak dan membelalak. Jika tidak, teguran kita akan tidak efektif. Bahkan, bukan tidak mungkin mereka justru semakin menunjukkan "kenakalannya".


Sekali lagi, betapa pun sulit dan masih sering gagal, kita perlu berusaha untuk menenangkan emosi saat menghadapi anak sebelum kita menegur mereka, sebelum kita memarahi mereka.

Selebihnya, ada beberapa catatan yang bisa kita perhatikan: Ajarkan Kepada Mereka Konsekuensi, Bukan Ancaman

Anak-anak belajar dari kita. Mereka suka mengancam karena kita sering menghadapi mereka dengan gaya mengancam. Mereka melihat bahwa dengan cara mengancam, apa yang diinginkannya dapat tercapai. Dari kita, mereka juga belajar meluapkan kemarahannya untuk menunjukkan "keakuannya".

Saya tidak memungkiri, banyak pengaruh luar yang bisa mengubah perilaku anak. Teman-teman sebaya, khususnya yang sangat akrab dengan anak, bisa mempengaruhi anak. Ia meniru temannya dari cara bicara, bertindak, mengekspresikan kemarahan, sampai dengan kata-kata yang diucapkan. Kadang anak memahami apa yang dikatakan, tetapi terkadang anak tidak tahu apa maksudnya. Ia hanya menirukan apa yang didengar.

Perbincangan kita kali ini bukanlah tentang peniruan. Karena itu marilah kita kembali berbincang bersama bagaimana ancaman kepada anak, acapkali tidak menghasilkan perubahan yang baik. Ancaman tidak banyak bermanfaat untuk menghentikan kenakalan anak atau perilaku yang membuat kita sewot. Sebaliknya, ancaman justru membuat anak belajar berontak dan menentang. Salah satu sebabnya, anak merasa orangtua tidak menyayangi ketika kita meneriakkan ancaman di telinga mereka. Selain itu, kita sering lupa menunjukkan apa yang seharusnya dikerjakan anak manakala kita asyik melontarkan ancaman.

Lalu apa yang perlu kita lakukan? Pertama, Adalah buruk memarahi tanpa memberikan penjelasan. Sekali waktu kita perlu duduk bersama dalam suasana yang mesra dengan anak untuk berbicara tentang aturan-aturan.

Kedua, kita bisa membuat komitmen bersama dengan anak untuk mematuhi aturan. Misalnya, mintalah kepada anak agar tenang ketika ada tamu. Kalau ada yang perlu disampaikan, atau anak menginginkan sesuatu, hendaknya menyampaikan kepada orangtua dengan baik-baik dan bersabar bila belum bisa memenuhinya.

Bersama dengan komitmen ini kita bisa membicarakan dengan anak konsekuensi apa yang bisa diterima bila anak mengamuk di saat ada tamu. Sekali lagi, konsekuensi ini disampaikan dengan nada yang akrab. Bukan ancaman. Bila anak melakukan hal-hal negatif yang sangat mengganggu, orangtua bisa mengingatkan kembali kepada anak dan lagi-lagi tidak dengan nada mengancam.

Di sinilah letak beratnya. Kita acapkali mudah kehilangan kendali. Kita mudah membelalak saat marah, tetapi lupa untuk konsisten.

"Ibu / Bapak Sudah Bilang Berkali-kali."

Perilaku yang menjengkelkan memang lebih mudah diingat, lebih membekas dan cenderung menggerakkan kita untuk segera bertindak. Sebaliknya perilaku positif cenderung kurang bisa mendorong kita untuk memberi komentar, kecuali jika perilaku tersebut benar-benar sangat mengesankan. Konsumen yang kecewa pada suatu produk, akan segera menggerutu ke sana kemari, meski kekecewaan itu sebenarnya tidak seberapa. Tetapi konsumen yang puas cenderung akan diam saja, kecuali jika kepuasan itu sangat menakjubkan. Orangtua dan anak juga demikian. Orangtua mudah ingat perilaku negatif anak, sementara anak mungkin tidak bisa melupakan tindakan orangtua yang menyakitkan hatinya.

Salah satu kebiasaan umum orangtua yang menyakitkan hati anak sehingga bisa melemahkan citra dirinya adalah ungkapan, "Ibu / Bapak sudah berkali-kali bilang, tapi kamu tidak mau mendengarkan."

Ungkapan ini memang efektif untuk membuat anak diam menunduk. Tetapi ia diam karena harga dirinya jatuh, bukan karena menyadari kesalahan. Jika ini sering terjadi, anak akan memiliki citra diri yang buruk. Dampak selanjutnya, konsep diri dan harga diri (self esteem) anak akan lemah. Anak melihat belajar memandang dirinya secara negatif, sehingga lupa dengan berbagai kebaikan dan keunggulan yang ia miliki. Sebaliknya orangtua juga demikian, semakin sering berkata seperti itu kepada anak, kita akan semakin mudah bereaksi secara impulsif. Kita semakin percaya pada anggapan sendiri bahwa anak-anak kita memang bandel, menjengkelkan dan susah dinasehati.

Tidak mudah memang, tetapi kebiasaan memarahi anak dengan ungkapan "Bapak kan sudah bilang berkali-kali" atau yang sejenis dengan itu, harus kita kikis secara sadar dari sekarang. Kita perlu menguatkan tekad untuk berkata yang lebih positif, betapa pun hampir setiap komentar kita masih buruk.

Jangan Cela Dirinya, Cukup Perilakunya Saja

Suatu saat, kira-kira jam setengah dua dini hari seorang anak saya bangun dari tidurnya. Ia kemudian beranjak dan mengajak adiknya yang masih bayi bercanda, padahal adiknya baru saja tertidur. Sebagaimana ibunya, saya juga sempat emosi. Hampir-hampir saya tidak dapat mengendalikan emosi, tetapi saya segera tersadar bahwa yang dilakukan oleh anak saya merupakan cerminan dari dari rasa sayangnya kepada adik. Nah, apa yang terjadi jika saya mencela anak saya? Apalagi kalau saya memelototi dan menghardiknya keras-keras, iktikad baik itu bisa berubah menjadi kemarahan sehingga anak justru mengembangkan permusuhan kepada adiknya. Ia bisa belajar membenci adiknya.

Apa yang saya ceritakan hanyalah sekedar contoh. Tidak jarang anak menampakkan perilaku "negatif", padahal ia tidak bermaksud demikian. Suatu ketika, pulang dari play-group anak saya berkata, "Bapak kurang ajar." Setelah saya tanya maksudnya, ternyata dia tidak mengerti makna kurang ajar. Ia mengatakan, "Kurang ajar itu ya main-main, sembunyi-sembunyian."

Kita sangat mudah keliru menangkap maksud anak. Kita gampang terjebak dengan apa yang kita lihat. Karenanya kita perlu belajar untuk lebih terkendali dalam menilai anak. Jangan sampai terjadi anak punya maksud baik, tetapi justru kita cela dirinya sehingga justru mematikan inisiatif-insiatif positifnya. Bahkan andaikan ia memang melakukan tindakan yang negatif, dan ia tahu tindakannya kurang baik, yang kita perlukan adalah menunjukkan bahwa ia seharusnya bertindak positif. Kita luruskan perilakunya. Bukan mencela dirinya. Sibuk mencela anak membuat kita lupa untuk bertanya, "Kenapa anak saya berbuat demikian?" Di samping itu, celaan pada diri -dan bukan pada tindakan-bisa melemahkan citra diri, harga diri dan percaya diri anak. Pada gilirannya, anak memiliki motivasi yang rapuh.

Sebagian kita merasa tidak merasa mencela anak, padahal ucapan kita menyudutkan anak. Misalnya, "Kamu kenapa tidak mau mendengar nasehat bapak? Heh? Kamu selalu saja ngeyel."

Pada ucapan ini, fokus kemarahan kita adalah anak sebagaimana kita tunjukkan dengan kata kamu. Bukan tindakannya yang salah.

Jangan Katakan "Jangan"

Barangkali tidak ada kata yang lebih sering diucapkan oleh orangtua pada anak melebihi kata "jangan". Kita menggunakan kata jangan begitu melihat anak melakukan tindakan yang kurang kita sukai. Kita juga menggunakan kata jangan, bahkan di saat kita mengharap anak melakukan yang lain. Padahal kata jangan tidak membuat mudah mengerti apa yang seharusnya dilakukan. Akibatnya, anak sulit memenuhi harapan orangtua, sementara orangtua bisa semakin jengkel karena merasa nasehatnya tidak didengar anak. Orangtua merasa anaknya suka ngeyel (kepala batu, orang Bugis bilang).

Lalu, apakah kita tidak boleh memberi larangan? Saya tidak dapat membayangkan betapa hancurnya sebuah dunia tanpa ada larangan sama sekali. Begitu pun keluarga. jangan katakan jangan pada saat ia sedang melakukan kesalahan. Tunjukkanlah apa yang seharusnya dilakukan. Atau bersabarlah sampai ia menyelesaikan maksudnya, Kalau kita tidak mau anak bermain pasir di teras, katakanlah, "Nak, main pasirnya di teras saja, ya?" Singkat, padat, jelas dan positif. Bukan, "Ayo, jangan main pasir di teras. Saya pukul kamu nanti."

Kapan sebaiknya kita sampaikan larangan? Saat terbaik adalah ketika anak sedang akrab dengan orangtua. Dalam suasana netral, larangan yang kita berikan pada anak akan lebih efektif. Anak lebih mudah memahami. Mereka bisa menerimanya sebagai aturan. Bukan menganggapnya sebagai serangan kepada dirinya.
(sumber: detik healt)

Baca Selengkapnya......

TIPS MENAGATASI ANAK YANG SULIT DIATUR

0 komentar


Kita pernah menjadi anak-anak, sedangkan anak-anak tidak pernah menjadi kita, orangtua. Oleh karena itu, dalam mendidik anak, masuklah ke dalam posisi anak kita, bukan memaksakan kehendak kita sendiri," tambah Melly. Kesalahan orangtua lainnya adalah sering terlalu cepat menyimpulkan perilaku anak yang dianggap tidak sesuai nilai-nilai yang dimiliki.

Bila anak-anak menunjukkan sikap yang sulit diatur, Anda bisa mencoba mengatasinya dengan melakukan beberapa tips berikut:

1. Melibatkan anak untuk membuat aturan bersama sehingga ketika ia melanggar, ia bisa diingatkan lagi mengenai aturan-aturan yang telah disepakatinya. Buat konsekuensi dari pelanggaran tersebut berupa hukuman yang juga disetujui oleh anak. Jadi ketika mendapat hukuman, anak tidak kaget lagi karena ia yang menyetujui konsekuensi tersebut.


2. Bangun mental juang anak-anak. Biasakan agar anak mendapatkan sesuatu dengan perjuangan. Misalnya ia akan mendapatkan mainan apabila dapat membuat prestasi tertentu. Bahkan untuk uang jajan, biasakan memberinya sesuai kebutuhan anak. Jika anak menginginkan lebih, anak harus melakukan sesuatu yang bermanfaat atau membanggakan agar bisa mendapatkan uang lebih tersebut.

3. Bangun kepercayaan diri mereka. Biasakan untuk memuji setiap perbuatan baik yang dilakukan anak di rumah, sekecil apa pun, untuk membangun kepercayaan dirinya. Berikan sebutan-sebutan yang membuat anak bangga kepada dirinya seperti "si pintar" atau "si cantik" atau "si cerdas".

4. Bangun "Museum Kasih Ibu". Abadikan setiap momen bersama anak-anak. Misalnya menyimpan tiket bioskop ketika nonton bersama, menyimpan tiket pesawat ketika melakukan liburan bersama, atau menyimpan foto dan video kenangan dengan baik. Semua benda kenangan tersebut dapat dibuka dan dikenang bersama anak-anak suatu hari, untuk mengingatkan anak-anak akan masa-masa bahagia bersama ibu dan ayah.

5. Buat catatan-catatan yang mendekatkan ibu dengan anak. Misalnya sebelum anak berangkat sekolah, tuliskan catatan-catatatan tentang betapa sayangnya Anda kepada anak, lalu masukkan ke dalam kotak pensil. Atau tempelkan kertas berisi pesan-pesan sayang Anda di kulkas ketika Anda akan bertugas ke luar kota agar anak selalu merasa dekat dengan Anda. Buat pesan-pesan yang menyentuh anak sehingga anak mengerti apa yang boleh dan tidak boleh dilakukannya tanpa merasa diperintah.

Sumber : http://female.kompas.com/

Baca Selengkapnya......

Minggu, 16 September 2012

E-KTP

0 komentar


Sebagian KTP elektronik atau EKTP yang sudah selesai dicetak siap dibagi kepada masyarakat mulai Senin (18/6) . Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banjarmasin Rachmah Noorlias mengatakan, distribusi EKTP tahap kedua dari Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) sudah tiba beberapa hari lalu. Kemarin (13/6), distribusi telah diteruskan ke kecamatan-kecamatan.
“Cuma dua kecamatan yang mendapat tambahan, masing-masing Banjarmasin Barat sekitar 3 ribu keping dan Banjarmasin Timur 2.497 keping,” ujarnya. Pada distribusi tahap pertama di bulan Februari 2012, setiap kecamatan sudah mendapat 100 keping EKTP, kecuali Banjarmasin Tengah yang menerima 200 keping. Tapi penyerahannya ke masyarakat menunggu distribusi tahap kedua.
“Kenapa dua kecamatan saja? Karena proses pencetakannya juga bertahap,” imbuhnya. Pada Kamis (14/6) hari ini, pihaknya akan mengirimkan surat pengantar berisi daftar nama warga pemilik EKTP yang telah selesai dicetak tersebut ke kantor kecamatan dan kelurahan untuk ditempel. Selanjutnya, warga yang namanya tercantum dapat mengambil EKTP ke kantor kecamatan setempat.
“Kami tidak mengirimkan undangan lagi. Jadi, warga yang harus proaktif mengecek namanya di pengumuman tersebut,” katanya. Rachmah menambahkan, waktu pengambilan EKTP tidak dibatasi. Warga yang ingin mengambil EKTP disyaratkan untuk membawa surat undangan pembuatan EKTP, KTP asli, atau kartu keluarga.
Sampai akhir April 2012, tercatat wajib KTP yang telah melakukan perekaman data di kantor kecamatan mencapai 355.883 orang atau 83,42 persen. Selama bulan Mei 2012, ada penambahan warga yang merekam data sekitar 1600 orang.
Sedangkan sisa warga yang belum membuat EKTP sesuai kuota dari pusat sekitar 55.400 orang atau 14 persen. “Untuk warga yang datanya dinyatakan rusak dari pusat dan harus merekam ulang, kami masih dalam proses print out untuk mengetahui contact person-nya,” ucapnya. (naz)
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banjarmasin mewacanakan untuk menonaktifkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) warga Banjarmasin, pada Desember 2012 mendatang.

Hal ini sesuai dengan Perpres No 67 tahun 2011 tentang perubahan kedua atas Perpres No 26 tahun 2009 tentang Penerapan KTP Berbasis Nomor Induk Kependudukan secara Nasional. (sumber:http://banjarmasinkota.go.id)

Baca Selengkapnya......
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

FANS BOX