Minggu, 03 Desember 2023

OLIMPIADE SAINS MATEMATIKA DAN IPA GENZA 2023 (GMJ) TINGKAT SD/MI DAN MTs SE-KOTA BANJARMASIN SABTU, 25 NOVEMBER 2023

0 komentar


Olimpiade Sains Matematika dan IPA GENZA adalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan GENZA untuk siswa tingkat SD/MI dan SMP/MTs baik sekolah negeri maupun sekolah swasta se-Kota Banjarmasin. Kegiatan ini bertujuan untuk:

●   Menggali potensi siswa dalam bidang sains  dan matematika

● Meningkatkan kemampuan siswa dalam    memecahkan masalah

●    Memupuk rasa cinta siswa terhadap sains      dan matematika

●Meningkatkan dan menumbuhkan    kemandirian, bernalar kritis dan kreatif bagi siswa.

Kegiatan Olimpiade Sains Matematika dan IPA GMJ 2023 akan dilaksanakan dalam dua tahap yaitu Tahap 1 dan Tahap 2, dimana di Tahap 1 dilaksanakan seleksi tahap awal secara online oleh siswa yang mendaftar, dan mengerjakan semua soal-soal secara online yang terdiri dari soal-soal Matematika dan IPA di sekolah masing-masing serta dengan pendampingan serta pengawasan langsung dari pihak GENZA EDUCATION di lokasi seleksi tersebut dengan menggunakan gawai atau PC maupun lap top, hasil dari seleksi tahap ini akan kita seleksi Kembali pada tahap selanjutanya.

Pada kegiatan seleksi GMJ tahun 2023 kali ini diikuti oleh sejumlah peseta sebanyak 2.082 peserta yang terdiri dari 1.082 peserta dari SD/MI dan sebanyak 1.736 peserta dari SMP/MTs se-Kota Banjaramasin dan kegiatan ini dimulai sejak bulan Oktober.





Setelah rangkaian pada Tahap 1 ini diselesaikan, maka terpilih sebanyak 64 peserta yang akan masuk ke Tahap 2 yaitu babak final. Ditahap ini akan dilaksanakan secara online juga pada tanggal 24 November 2024 di Aula SMA Negeri 5 Banjarmasin. Sekaligus mencari pemenang pada lomba Olimpiade Sains GMJ tahun ini. Pemenang olimpiade tahun ini akan mendapatkan hadiah berupa:

   ●     Piala

   ●     Medali

   ●     Sertifikat

   ●     Beasiswa GENZA

Olimpiade Sains GMJ Matematika dan IPA, merupakan kesempatan bagi siswa untuk mengasah kemampuannya dalam bidang sains dan matematika. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi siswa dan dapat menjadi sarana untuk mengembangkan potensi mereka.

Baca Selengkapnya......

Selasa, 07 Desember 2021

KUNJUNGAN KADISDIK KOTA BANJARMASIN, SEKALIGUS MENUTUP KEGIATAN DIKLAT CAWAS BANJARMASIN TAHUN 2021

4 komentar

Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin pada tahun ini menyelenggarakan Diklat Calon Pengawas Sekolah baik untuk tingkat SD maupun SMP mulai dari tanggal 3 Oktober 2021 sampai dengan 7 Desember 2021. Diselenggarakannya kegiatan ini dikarenakan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin merasa sangat kekurangan dalam jumlah pengawas sekolah baik untuk tingkat SD maupun SMP pada posisi saat ini, oleh karenanya Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin memandang sangat perlu menyelenggarakan kegiatan tersebut. Penyelenggaraan kali ini bekejasama dengan LPMP Provinsi Kalimantan Selatan dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah (LPPKSPS) Solo, hal ini dinyatakan oleh Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin (Bapak Totok Agus Daryanto, M. Pd) sewaktu berkunjung di lokasi cara gelar karya inovasi diklat Cawas Kota Banjarmasin di Hotel Palm Banjarmasin dan sekaligus dilanjutkan dengan acara penutupan kegiatan oleh Beliau.


Jumlah peserta diklat Cawas Kota Banjarmasin kali ini berjumlah 30 orang peserta yang terdiri dari jumlah peserta SD sebanyak 16 orang dan peserta dari SMP berjumlah 14 orang peserta, dan semua peserta diklat telah mengikuti serangkaian kegiatan dari OJT1, IST 1, OJT 2 dan IST2 dengan paripurna sampai dengan acara penutupan diklat tersebut.

Semoga terselenggaranya kegiatan ini bisa untuk memenuhi kekurangan jumlah pengawas di Kota Banjarmasin dan kedepannya sesuai dengan harapan Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin bisa memberikan yang terbaik untuk Banjarmasin khususnya di bidang pendidikan. Selamat dan sukses maju aterus pendidikan di Kota Banjarmasin BAIMAN.

Baca Selengkapnya......

Peran Pengawas Sekolah Dalam Pemanfaatan Akun belajar.id Pada Workspace for Education di kegiatan PJJ

1 komentar


Pada Maret 2020, WHO menyatakan bahwa Covid-19 merupakan sebuah pandemi global.[1] Akibat pandemi tersebut, dampak yang dirasakan tidak hanya meliputi sektor ekonomi saja, lebih-lebih sektor lain seperti pendidikan juga merasakan dampaknya. Hingga saat ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menyatakan setidaknya ada 56 juta siswa dan 3,4 juta guru yang terdampak akibat Covid-19[2]. Salah satu bentuk respons pemerintah terhadap hal tersebut sejauh ini adalah dengan mengeluarkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Munir dalam Latif (2020:108) menyatakan bahwa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai sistem pembelajaran yang tidak dilakukan di dalam ruangan dan tidak ada interaksi tatap muka langsung antara guru dan siswa.[3] Kebijakan terkait Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diharapkan agar proses pendidikan dalam rangka memanifestasikan tujuan bangsa “… mencerdaskan kehidupan bangsa…” tetap dapat dilaksanakan. Dalam permanifestasiannya, diperlukan suatu media yang dapat menjembatani proses tersebut tanpa menghalangi keterbatasan yang ada. Namun, tentu saja hal tersebut menjadi tantangan baru bagi semua pihak, tidak terkecuali pendidik yang dalam hal dimaknai sebagai guru.

Menurut Pasal 1 bulir 6 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Mengingat krusialnya peran guru dalam hal penyelenggaraan pendidikan, maka profesionalismenya haruslah diberikan atensi khusus, khususnya di masa Revolusi Industri 4.0 yang kental sekali dengan digitalisasi serta keadaan dunia yang sedang menghadapi pandemi sekarang ini.

Pengembangan profesional guru tidak hanya merupakan hasil dari rencana pelatihan guru yang dilaksanakan oleh pemerintah, tetapi yang lebih penting, guru harus menunjukkan komitmen individu yang kuat dan mandiri terhadap peningkatan dan pengembangan keterampilan profesionalnya.[4] Pun menurut Pasal 10 ayat (1) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, ada empat kompensi dasar yang harus dikantongi oleh seorang guru yang profesional, yaitu: kompetensi pedagogik, kompotensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial.

Berpijak pada kondisi dan situasi saat ini, maka Workspace for Education dapat dijadikan sebagai media yang mampu memfasilitasi kebutuhan dalam dunia pendidikan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan catatan bahwa guru mampu beradaptasi dengan tuntutan perubahan agar tujuan dari pembelajaran dapat dicapai. Sayangnya, kesenjangan yang ada antara digitalisasi dengan adaptasi guru masih dapat ditemukan. Sebagai contoh, dalam penelitian pendahuluan yang telah dilakukan di SMPN 15 Banjarmasin yang memiliki total 39 guru, didapati fakta bahwa masih banyak guru yang belum dapat memaksimalkan pembelajaran berbasis IT, baik terkait dengan Workspace for Education maupun akun belajar.id yang telah diberikan. Pada jawaban angket yang telah disebar, mayoritas menyatakan bahwa kendala yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman terkait dengan media tersebut serta masih belum diberikannya pelatihan serta bimbingan dalam teknis penggunaannya. Keadaan yang seperti ini tentu menjadi sebuah hambatan besar dan berpotensi menghambat tujuan dari pembelajaran, bukan hanya bagi peserta didik namun juga guru sebagai garda terdepan tombak pendidikan.

Menanggapi permasalahan tersebut, peran Pengawas Sekolah kemudian menjadi penting mengingat seyogyanya Pengawas Sekolah dapat memotivasi, membangun kemampuan, memecahkan permasalahan, serta mengimplementasikan solusi yang dihadapi di sekolah yang ia bina. Upaya tersebut dapat diimplementasikan melalui pembinaan yang dilakukan secara komperhensif dan berkesinambungan dalam bentuk pendampingan.

 



[1] “WHO Umumkan Virus Corona sebagai Pandemi Global”. Diakses dari https://www.kompas.com/global/read/2020/03/12/001124570/who-umumkan-virus-corona-sebagai-pandemi-global?page=all pada 08 September 2021 22:11 WITA.

[2] “Kemdikbudristek: 407.000 Sekolah dan 56 Juta Siswa Terdampak Pandemi”. Diakses dari https://www.beritasatu.com/nasional/769773/kemdikbudristek-407000-sekolah-dan-56-juta-siswa-terdampak-pandemi pada 08 September 2021 pukul 21:53 WITA.

[3] Abdul Latif, “Peran Literasi Teknologi Informasi Dan Komunikasi Pada Pembelajaran Jarak Jauh Di Masa Pandemi Covid-19”, EduTeach: Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran Volume 1, No. 2 Edisi Juni 2020, hal. 108.

[4] Mustafa Lutfi dan Ricky Pramitha, “Sisi-Sisi Lain Kebijakan Profesionalisme Guru: Optik Hukum, Implementasi, Dan Rekonsepsi”, Universitas Brawijaya Press, 2013, hal. 78.

Baca Selengkapnya......

Kamis, 27 Agustus 2020

PPL SECARA DARING DI TAHUN PANDEMI COVID 19

0 komentar

Assalamualaikum Wr.Wb
Jumpa lagi dalam postingan kali ini, pada kesempatan kali ini saya akan cerita sedikit tentang PPL mahasiswa yang dilakukan secara daring (dalam jaringan) atau kata lain lewat jalur online.

Pada tahun ajaran 2020/2021 pihak ULM dalam hal ini Universitas Lambung Mangkurat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unit Micro Teaching dan Program Pengalaman Lapangan (UMTPPL) mengadakan Program Pengalaman Lapangan (PPL) secara daring (dalam jaringan atau Online), program ini di gagas oleh UMTPPL dikarenakan dimasa ini tidak mungkin mengadakan PPL secara full di sekolah tempat magang, oleh karena itu di lakukanlah secara daring.

Pada awalnya kegiatan ini akan dilaksanakan mulai tanggal 17 Agustus 2020 sampai dengan 17 Oktober 2020 itu rencana awal yang akan dilaksanakan dengan beberapa sekolah mitra dalam jumpa koordinasi dengan sekolah mitra melalu zoom.

Setelah beberapa minggu kemudian setelah pihak UMTPPL mengadakan koordinasi lagi secara mendalam akhirnya terbitlah surat edaran Perihal Pelaksanaan PPL tertanggal 25 Agustus 2020 dengan nomor surat  022/UN8.1.2.7.3/LL/2020 yang isinya antara lain: (1). Pelakasanaan PPL akan dimulai 3 September 2020 dan berakhir tanggal 31 Oktober 2020, (2). Adanya Dosen Koordinator (observer) PPL di setiap sekolah hingga berakhir kegiatan PPL.

Untuk Persiapan PPL yang akan magang di sekolah kami, kami sudah mencoaba untuk berkoordinasi langsung antara pihak sekolah kami dengan para peserta PPL secara daring memlalui Zoom. Pertemuan ini hanya sebatas perkenalan sekolah kami, seperti perkenalan dengan Kepsek, dengan Koordinator PPL di sekolah magang, dengan guru pamong di sekolah magang dan steakholder lainnya yang termasuk dalam kegiatan PPL nantinya.

Pertemuan berjalan dengan baik dan lancar dan alhamdulillah semua peserta yang ikut dapat saling memahami apa yang nantinya akan menjadi kegiatan yang akan dilaksanakan dalam PPL daring di sekolah magang.

Memang keiatan PPL daring seperti ini baru pertama dan sekali ini terjadi, dikarenakan kondisi yang dialami maka menuntut semua steakholder untuk mecari pemecahan permasalahan ini.Semoga kegiatan PPL daring kali ni dapat berjalan baik dan lancar dan sesuai dengan apa yang di inginkan kedua belah pihak baik pihak universitas Lambung Mangkurat dalam hal ini UMTPPL dan pihak sekolah mitra yang di ajak bekerjasama. aamiin..

Demikian sekelumit cerita yang disampaiakn mengenai PPL daring yang baru kali pertama ini dilksanakan di tahun pandemi Covid 19 ini. Di bawah ini sekelumit video saat sekolah mitra mengadakan pertemuan virtual dengan calon mahasiswa PPL melalu zoom meeting.
Wassalamualaikum Wr.Wb. 


 




Baca Selengkapnya......

Jumat, 21 Agustus 2020

WORKSHOP PJJ DI SMPN 31 BANJARMASIN JELANG TAHUN AJARAN BARU 2020 - 2021

0 komentar

Dalam menghadapi Tahun Ajaran baru 2020 – 2021 SMP Negeri 31 Banjarmasin mengadakan Workshop Pembelajaran jarak jauh di kawasan malkontemon di tengah pandemi, dalam workshop tersebut juga hadir Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Bapak Totok Agus Daryanto yang ikut memberikan arahan tentang pelaksanaan PJJ.

Untuk lebih detailnya kita lihat tayangan videonya sebagai berikut :


Baca Selengkapnya......

BERBAGI CERITA TENTANG PERPANJANGAN STNK DAN SEKALIGUS PERGANTIAN PLAT NOMOR POLISI DIMASA PANDEMI COVID 19

0 komentar

Tak terasa sudah lima tahun pajak gerobakku sudah berlalu, dihari Sabtu tepatnya tanggal 15 Agustus 2020 pagi hari saya coba melihat STNK gerobakku, tanpa aku sadari ternyata STNK pajak gerobakku sudah kadaluarsa yang seharusnya tanggal 2 Agustus 2020 sudah dibayarkan pajaknya ternyata belum aku bayarkan...hehehe.... untung di masa pandemi Covid 19 ini ada keringanan yaitu dihilangkannya denda keterlambatan untuk pembayaran pajak, dan kebetulan juga STNK gerobakku sudah memasuki tahun yang kelima dalam pembayaran pajaknya berarti ika sudah mencapai 5 tahun plat nomor polisinyapun harus berganti.

Oke ...lalu aku langsung bergegas berangkat menuju ke SAMSAT 2 Banjarmasin yang terletak di Kayutangi tepat berseberangan dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin. Ku bawa gerobakku ke SAMSAT tersebut pastinya aku sudah membawa syarat-syarat yang diperlukan untuk perpanjangan STNK dan pergantian plat nomor polisi. Saat itu aku membawa syarat-syarat seperti Photocopy BPKB (beserta aslinya), Photocopy KTP (beserta yang aslinya), Photocopy STNK serta Notice pajaknya (beserta yang asli), juga ga ketinggalan sejumlah uang untuk pembayaran nanti hehehe.....

Singkat cerita aku sampai di SAMSAT , lalu aku serahkan berkas itu ke bagian loket cek fisik kendaraan karena pajaknya sudah 5 tahun, kemudian akau menunggu sebentar sambil menjaga jarak dengan wajib pajak yang lain (maklum masa pandemi), kurang lebih 20 menit berselang aku di panggil dan kemudian untuk mencek fisik kendaraan tersebut di bagian cek fisik, lalu aku bawa gerobakku ke bagian cek fisik dan di sana dengan cekatan petugas memberi aba-aba agar gerobakku di naikan di jalur pengecekan. Ditempat ini semua nomor rangka dan mesin di cek dan di gesek dengan menggunakan kertas plester dan sesudah itu ditempelkan pada formulir untuk kemudian di isikan inforasi tentang hal-hal yang sudah di gesek tadi.

Setelah selesai di gesek aku di perintahkan untuk kembali ke loket cek fisik dengan membawa formulir hasil pengecekan tadi. Aku menuju kebagian cek fisik ku daftarkan kembali dan beberapa saat namaku di panggil dan di perintahkan untuk mengurus permintaan nomor polisi yang baru ke POLDA, dengan berbekal surat-surat yang kudapat dari SAMSAT maka aku segera bergegas ke POLDA Kota Banjarmasin.

Tapi sayangnya karena hari sudah agak siang dan hari itu juga Sabtu , POLDA pun tidak ada pelayanan sepertinya, dan kemudian juga keesokan harinya hari minggu dan Senin nya tanggal 17 Agustus 2020 bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia negara tercinta kita, maka pelayanan tidak ada.

Akhirnya kuputuskan untuk melanjutkan kepengurusan ini pada hari selasa tanggal 18 Agustus 2020, tak terasa harinya pun sudah tiba...aku lalu bergegas pagi-pagi untuk berangkat ke POLDA Kota Banjarmasin. Sesampainya disana ku letakan berkas yang ku bawa tadi di bagian pemeriksaan berkas, kemudian tak lama berselang namaku di panggil dan di perintahkan untuk mendaftarkan BPKB di bagian pendaftaran.

Dibagian ini ada yang baru yang aku alami, dimana aku ditanyai “Apakah bapak punya HP Android?” ujar si petugas kepadaku. Lalu aku menjawab “ Ada Pa...!” petugas itupun berkata lagi ..”Silahkan Bapak download aplikasi di App Playstore...nama aplikasinya DITLANTAS MOBILE”. Setelah itu aku buka HP dan mendowload aplikasi tersebut, kemudian sesuai perintah petugas aku mendaftarkan dan mengisi semua data di aplikasi tersebut.

Diaplikasi itu ternyata luar biasa...semua pertanyaan dan informasi diminta terutama tentang keberadaan kendaraan kita. Setelah semua pertanyaan dalam aplikasi itu di jawab, kita bisa langsung meminta nomor antrian untuk kepengurusan permintaan nomor polisi yang baru, dengan berbekal nomor antrian dan dilampirkan syarat-syarat yang sudah kita bawa dari SAMSAT, maka selanjutnya kita menuju ke bagian loket pembutan nomor baru dan BPKB.

Di loket ini kita mendapat selembar kertas tanda bukti nomor kita yang baru dan tanda bukti itu kita akan bawa kembali ke SAMSAT untuk membayarkan pajaknya dan mencetak nomor polisi yang baru, oh ya BPKB kita untuk sementara di tahan di POLDA dan setelah kurang lebih 2 minggu kita disuruh untuk mengambil BPKB kita tersebut dengan membawa surat tanda bukti pengambilan yang sudah di berikan oleh pihak POLDA sewaktu kita mengurus permintaan nomor polisi yang baru.

Dengan membawa tanda bukti dari POLDA kita ke SAMSAT kembali untuk membayarkan pajak dan mencetak nopol, kita lalui lagi ke loket cek fisik, kemudian ke loker formulir, kemudian membayar sejumlah uang untuk pembuatan plat nopol yang baru dan langsung mendapat surat untuk pembuatan nopol saat itu juga, dan kemudian membayarkan pajaknya di bagian pembayaran pajak di SAMSAT tersebut, dan selesai sudah kepengurusan pembayaran pajak sekaligus pembuat nopol yang baru. oh ya ongkos tambahan pembuatan nopol mobil seharga Rp. 300.000,-

Jadi kurang lebih kita memerlukan waktu 2 hari untuk mengurusi itu semua sampai dengan selesai, tidak terlalu sulit, semuanya mudah untuk kita kerjakan. Jangan menggunakan perantara, kita coba sendiri, jika tidak kita sendiri kapan kita mau faham dan bisa mengetahui seluk beluk mengurusi persuratan yang ada, oke...itu saja sekilas cerita aku...semoga  bermanfaat...terimakasih.


Baca Selengkapnya......

Rabu, 12 Agustus 2020

Seleksi Calon Kepala Sekolah (CKS) Kota Banjarmasin Tahun 2019

0 komentar


Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin rangka menindak lanjuti Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah, maka dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin membuka peluang kepada seluruh guru mulai jenjang TK, SD, dan SMP Negeri agar dapat mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi calon kepala sekolah (CKS) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin kerjasama dengan LPPKS Solo.

Program penyiapan calon kepala sekolah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 28 tahun 2010 tentang Penugasan guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah, peraturan tersebut terdiri dari enam hal, yaitu:

1.         Penyiapan Calon Kepala sekolah/Madrasah. Sertifikasi kepala sekolah ini dimulai dari proses lamaran oleh seorang guru, rekrutmen, seleksi, program penyiapan kepala sekolah, dan dengan proses perolehan sertifikat kepala sekolah, serta diakhiri dengan uji akseptabilitas.
2.         Proses Pengangkatan Kepala Sekolah.
3.         Masa Tugas.
4.         Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) atau sering disebut Continuing Professional Development (CPD)
5.         Penilaian kinerja kepala sekolah atau sering disebut Performance Appraisal (PA).
6.         Mutasi dan pemberhentian guru sebagai kepala sekolah/madrasah.

 Pendidikan dan pelatihan yang dijalani calon kepala sekolah diatur pula dalam Permendiknas nomor 28 tahun 2010, pelaksanaannya selama 300 jam diklat, yang terdiri dari kegiatan tatap muka (in servis-1) dalam kurun waktu 70 jam diklat, On The Job Learning (OJL) selama kurang lebih 200 jam diklat, dan kegiatan in servis-2 selama 30 jam diklat. Kegiatan OJL penting dilakukan oleh peserta diklat penyiapan calon kepala sekolah, pertama untuk menambah pengetahuan, wawasan dan pengalaman sebagai bekal dikemudian hari seandainya diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah, kedua untuk mempraktikkan kompetensi yang telah dipelajari selama kegiatan tatap muka (in servis-1), ketiga untuk membantu sekolah tempat peserta diklat bertugas agar berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan sekolahnya.

Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, berdasarkan Surat dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah Nomor 4009/B18/PP2019 tertangal 26 Agustus 2019 Perihal hasil seleksi Substansi maka menetapkan para peserta yang lulus mulai dari TK, SD, sampai dengan SMP, yang terdiri dari 1 (satu ) orang peserta dari TK, 26 (dua puluh enam) orang dari SD dan 8 (delapan) orang dari SMP se Kota Banjarmasin sehingga total peserta pada tahun ini berjumlah 35 orang peserta, dengan pola 300 jam.
Bagi peserta yang sudah dinyatakan lulus dari hasil seleksi maka diwajibkan untuk mengikuti OJL (In the Job Learning) yang terdiri dari In Servis 1 dan In Servis 2 yang akan diselenggarakan pada tanggal 27 September sd 3 Oktober 2019 untuk In Servis 1. Di dalam In Servis 1 CKS diwajibkan untuk mengikuti pembelajaran Bimtek CKS secara teori (tatap muka) dan melaksanakan simulasi serta praktik, juga melakukan teori dan simulasi RTL (Rencana Tindak Lanjut) dan RTK (Rencana Tindak Kepemimpinan) untuk nantinya sebagai salah satu bahan membuat laporan OJL yang akan di presentasikan pada In Servis 2 sebagai bahan laporan akhir dan mempresentasikannya di depan penguji dan rekan-rekan peserta yang lain, disamping itu juga langsung turun di sekolah sendiri tempat bertugas juga di sekolah tempat magang untuk mengkaji 9 standar nasional pendidikan (SNP) didua sekolah tersebut dan menyatukannya dalam satu laporan yang terpadu
 Setelah melakukan Bimtek secara menyeluruh, maka tahap selanjutnya mengadakan On The Job Learning (OJL) baik disekolah sendiri maupun sekolah magang atau sekolah mitra yang akan kita kaji dengan 9 standar nasional pendidikan (SNP), sesuai dengan surat permohonan Kadis Pendidikan Kota Banjaramsin Nomor 800/ 4875-PTK/Ilipendik/2019 yang akan di mulai tanggal 4 Oktober sd 13 November 2019 dan hasilnya akan dipresentasikan di depan penguji dan rekan-rekan peserta diklat CKS di awal bulan Desember 2019.

Kepala sekolah merupakan guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah, posisinya memegang peran yang sangat signifikan dan strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan di sekolah. Sekolah sebagai tempat pelaksanaan kegiatan belajar mengajar perlu dikelola secara baik dan benar. Keberhasilan suatu sekolah mencapai tujuan yang diharapkan sangat tergantung kepada tingkat kompetensi dan profesioanlisme kepala sekolah mengelola segala sumber daya yang dimiliki sekolah tersebut.

Kepala sekolah profesional adalah kepala sekolah yang melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, sebagai mana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah, yang meliputi lima dimensi kompetensi yang harus dimiliki kepala sekolah, yaitu kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan kompetensi sosial. Untuk melahirkan kepala sekolah yang kompeten dan profesional perlu program penyiapan calon kepala sekolah yang bermutu.

Baca Selengkapnya......

Kamis, 30 Juli 2020

RPP SELEMBAR

0 komentar


Assalamualaikum warohmatullohi wabarakatuh...
Mencoba lagi untuk mencoba mengaktifkan blog yang sudah lama tak tersentuh, Selamat bertemu kembali teman-teman sekalian....bagi teman-teman guru yang menginginkan contoh RPP selembar, aku ada punya beberapa contoh dalam bentuk Word dan bisa di edit, silahkan bagi teman-teman yang ingin melihat dan memerluan bisa mendownloadnya, semoga bermanfaat.
Wassalamualaikum warohmatulohi wabarakatuh
Di bawah ini link downloadnya silahkan tinggal klik saja, monggo....
  • Klik di sini -----> CONTOH RPP SELEMBAR 

  • Baca Selengkapnya......

    Jumat, 09 Oktober 2015

    SISTEM REPRODUKSI MANUSIA

    0 komentar

    TUJUAN REPRODUKSI Untuk melestarikan jenisnya ORGAN REPRODUKSI PADA MANUSIA:
    1. Organ Reproduksi Pria
    2. Organ Reproduksi Wanita  

    1. ORGAN REPRODUKSI PRIA
    Organ reproduksi pria mulai berkembang saat menginjak usia 9-15 tahun dan akan berhenti pada usia 20 tahun. Organ reproduksi pria meliputi:
    a. Penis Tersusun atas jaringan otot, spons, saraf dan pembuluh darah Fungsi: alat kopulasi yaitu untuk menyalurkan sel kelamin jantan ke dalam alat kelamin betina
    b. Testis Merupakan tempat pembentukan spermatozoid dan berbagai hormon kelamin jantan. Peristiwa pembentukan spermatozoid disebut spermatogenesis. Testis terletak pada kantong yang disebut skrotum yang berfungsi mengatur temperatur testis agar sesuai untuk pembuatan spermatozoid. Spermatogenesis dipengaruhi oleh hormon yaitu testosteron. Sperma yang terbentuk akan mengalir melalui vasa eferensia dan masuk ke dalam epididimis . Di dalam epididimis ini sperma akan disimpan dan dimatangkan.
    >c. Uretra Dari epididimis sperma akan dikirim ke uretra melalui vasa deferensia. Sperma ini akan keluar melalui uretra. Dalam setiap mililiter cairan sperma terkandung kurang lebih 120 juta spermatozoid. Spermatogenesis

    proses pembentukan sperma dimulai ketika seorang pria berusia belasan tahun. Mula-mula sel induk sperma (spermatogonium) membelah secara mitosis sehingga menghasilkan banyak spermatogonium. Sebagian akan terus membelah dan sebagian lagi akan membesar membentuk spermatosit primer. Spermatosit primer membelah secara meiosis lagi membentuk spermatid. Spermatid mengalami perubahan bentuk menjadi spermatozoa.
     2. ORGAN REPRODUKSI WANITA
    Organ reproduksi wanita meliputi:
    1. Ovarium Ovarium merupakan organ penghasil sel telur (ovum) yang terletak di kanan kiri rahim (uterus). Setiap 28 hari satu sel telur dikeluarkan dari dalam ovarium. Keluarnya sel telur dari ovarium disebut ovulasi. 2. Oviduct (tuba falopii) Merupakan saluran sel telur tempat terjadinya pembuahan sel telur oleh spermatozoid.
    3. Uterus (rahim) Uterus merupakan organ yang berongga dan berotot. uterus berfungsi sebagai tempat pertumbuhan serta perkembangan embrio.
    4. Serviks (leher rahim) Serviks menghubungkan uterus dengan vagina
    5. Vagina Merupakan saluran yang menghubungkan uterus dengan tubuh bagian luar. Vagina berfungsi sebagai jalan keluarnya bayi ketika lahir, tempat keluarnya darah menstruasi dan tempat masuknya sperma. Oogenesis
    Oogenesis adalah proses pembentukan ovum di dalam ovarium. Pada saat seorang bayi perempuan lahir, ovarium telah berisi sekitar 1-2 juta sel telur (Oosit Primer). Selanjutnya Oosit primer tersebut istirahat (tidak melakukan pembelahan). Pada waktu seorang anak berumur 7 tahun, jumlah Oosit primer berkurang sekitar 300-400ribu Oosit primer. Setelah perempuan pubertas kelenjar hipofisis menghasilkan FSH (Folicle Stimulating Hormone) yang merangsang Oosit primer melanjutkan pembelahan.

    PROSES DAN SIKLUS MENSTRUASI 
    Setiap bulan satu sel telur akan matang dan dilepaskan dari ovarium. Sel telur akan bergerak menuju rahim. Sementara itu rahim secara berkala akan menebal sehingga siap untuk menerima zigot hasil pembuahan. jika tidak terjadi pembuahan maka dinding rahim akan luruh dan dikeluarkan dari rahim sebagai menstruasi (haid). Siklus menstruasi umumnya 28 hari tetapi ada juga yang 21 hari bahkan ada yang mencapai 30 hari tergantung dari hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus.  
    PERKEMBANGAN EMBRIO
                                          
     Pembuahan terjadi pada oviduct (tuba falopii) setelah terbentuk zigot, zigot akan menuju rahim dan mengalami pembelahan menjadi 2,4,8,16 dan seterusnya. Lapisan dinding rahim menebal untuk memberi makan embrio. Makanan diperoleh dari induknya melalui plasenta (ari-ari). Di dalam rahim embrio dikelilingi cairan yang disebut amnion (ketuban) yang berfungsi melindungi embrio dari goncangan.

    TAHAPAN PERKEMBANGAN EMBRIO
                                             
    Usia 5 Minggu Embrio telah mempunyai kepala, mata, tubuh, ekor pendek, serta calon tangan dan kaki. panjang kurang lebih 7 mm Usia 9 Minggu Telah mempunyai wajah dengan mata, telinga, hidung dan lidah. Jari kaki dan tangan telah tampak. panjang kurang lebih 5,5 cm Usia 14 Minggu Organ tubuh telah berkembang, panjang kurang lebih 6 cm Usia 20 Minggu Panjang kurang lebih 19 cm dan berat kurang lebih 0,5 kg. Organ tubuh sudah lebih berkembang. Tangan dan kaki dilengkapi dengan kuku, detak jantung terdeteksi, bayi sangat aktif Usia 24 Minggu Pertumbuhan badan sangat pesat Usia 9 bulan 10 hari Bayi siap dilahirkan dengan berat normal kurang lebih 3 kg dengan panjang kurang lebih 45 cm.
     PENYAKIT PADA SISTEM REPRODUKSI
     a. Gonorea Penyebab: bakteri Neisseria gonorhoeae Masa inkubasi: 2-10 hari setelah masuk ke dalam tubuh Gejala: Alat kelamin nyeri, merah, bengkak dan bernanah Akibat: kemandulan pada pria maupun wanita
    b. Sifilis (Raja Singa) Penyebab: bakteri Treponema pallidum Masa inkubasi: 3-4 minggu Gejala: Bercak kemerahan dalam tubuh, pusing, nyeri tulang akibat: Kegilaan, Kebutaan
    c. Herpes Genital Penyebab: Virus Herpes simplex Inkubasi: 4-7 hari Gejala: Bintil-bintil berair disekitar kulit dan kelamin. Jika bintil pecah meninggalkan luka mengerak dan kering Akibat: Pada wanita menyebabkan kanker mulut rahim

    Baca Selengkapnya......

    Rabu, 07 Oktober 2015

    SISTEM KOORDINASI DAN ALAT INDERA

    0 komentar


           Sistem koordinasi adalah suatu pengaturan kerjasama atau urutan kerja organ dan sistem organ. 
    Sistem koordinasi meliputi: 
    A. Sistem saraf
    B. Sistem Indera 
    C. Sistem Hormon A.

          Sistem Saraf Sebagai sistem koordinasi, sistem saraf mempunyai fungsi: 
    •  Pengendalian kerja alat-alat tubuh agar bekerja serasi. 
    • Alat komunikasi antara tubuh dengan lingkungan di luar tubuh, yang dilakukan oleh ujung saraf pada indra, dan lingkungan dalam tubuh. 
    • Pusat kesadaran, kemauan, dan pikiran. Sistem saraf tersusun dari sel-sel saraf atau disebut neuron yang saling berhubungan satu dengan yang lain. 
     Masing-masing neuron terdiri dari. 
            a. Dendrit yang berfungsi untuk menerima rangsang dan meneruskan ke badan sel saraf 
            b. Selubung mielin yang berfungsi untuk pelindung dan pemberi nutrisi pada akson 


          c. Akson berfungsi meneruskan rangsang dari badan sel saraf ke neuron lain 
          d. Nodus ranvier berfungsi untuk mempercepat penyampaian rangsang ke neuron. 

           Antara neuron satu dengan neuron satu dengan neuron berikutnya tidak bersambungan secara langsung tetapi membentuk celah yang sangat sempit. Celah antara ujung neurit suatu neuron dengan dendrit neuron lain tersebut dinamakan sinapsis. 

          Pada bagian sinaps inilah suatu zat kimia yang disebut neurotransmiter (misalnya asetilkolin) menyeberang untuk membawa impuls dari ujung neurit suatu neuron ke dendrit neuron berikutnya.

          Berdasarkan bentuk dan fungsinya neuron dibedakan menjadi tiga macam yaitu: 
             a. Neuron sensorik 
                Neuron sensorik adalah neuron yang membawa impuls dari reseptor (indera) ke pusat susunan saraf  (otak dan sumsum tulang belakang). 
             b. Neuron motorik 
                Neuron motorik adalah neuron yang membawa impuls dari pusat susunan saraf ke efektor (otot dan  kelenjar). 
            c. Neuron konektor 
                Neuron konektor adalah neuron yang membawa impuls dari neuron sensorik ke neuron motorik. 

    Penggolongan sistem Saraf Sistem saraf dibedakan menjadi 2 yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. 1. Sistem Saraf Pusat 
       a. Otak - Otak Besar - Otak Kecil - Sumsum lanjutan
       b. Sumsum Tulang Belakang 
    2. Saraf Tepi 
      a. Saraf Somatik - 12 pasang saraf otak (saraf kranial) - 31 pasang saraf sumsum tulang belakang (saraf spinal) 
      b. Saraf Otonom - saraf simpatik - saraf parasimpatik 

    1. SISTEM SARAF PUSAT 
            Otak dan sumsum tulang belakang dilindungi oleh selaput yang disebut meninges. Meninges terdiri dari 3 lapisan yaitu durameter, arakhnoid dan piameter.Durameter merupakan lapisan paling luar yang melekat pada tulang. Arakhnoid merupakan lapisan tengah. Piameter merupakan lapisan paling dalam dan paling tipis yang melekat pada otak dan sumsum. Diantara piameter dan arakhnoid terdapat ruang yang berisi cairan serebrospinal. Cairan ini berfungsi sebagai pelindung karena bersifat memendam benturan. 

     a. OTAK 
           Otak merupakan pusat koordinasi utama, terletak di rongga kepala dan dilindungi oleh tempurung kepala. 

    Otak dibagi menjadi 3 bagian yaitu: 
    Otak Besar (Cerebrum) 
            Otak besar merupakan pusat pengendali kegiatan yang disadari misalnya berpikir, mengingat, berbicara, melihat, dan bergerak. Otak besar terdiri dari belahan kiri dan kanan dimana belahan kiri mengatur tubuh sebelah kanan dan belahan kanan mengatur tubuh sebelah kiri. 
                Otak besar terdiri atas dua lapis yaitu korteks (lapisan luar) dan medula (lapisan dalam). Lapisan luar tipis dan berwarna kelabu karena terdapat banyak badan sel saraf. Permukaan bawah korteks berlipat-lipat sehingga permukaannya menjadi luas. Lapisan luar merupakan pusat berbagai kegiatan antara lain penglihatan, kesadaran, penciuman, pendengaran, dan pusat kecerdasan. Lapisan dalam tebal dan berwarna putih serta banyak mengandung serabut saraf. 
              Otak besar dibedakan menjadi 3 daerah atau area yaitu area sensorik, area motorik dan area asosiasi. Area sensorik berkaitan dengan penerimaan rangsang dari reseptor yang terletak di indera. Area motorik berperan menanggapi rangsang yang sampai ke otak melalui perintah yang dikirim ke efektor. Area asosiasi menghubungkan area sensorik dan area motorik, berperan penting dalam proses belajar, berpikir, membuat keputusan, menyimpan ingatan dan yang berkaitan dengan belajar bahasa. 

              Bagian belakang otak besar (lobus oksipitalis) berperan dalam penglihatan, apabila bagian ini rusak maka penderita akan mengalami kebutaan meskipun matanya normal. Bagian samping (lobus temporalis) yang terletak di atas telinga berperan sebagai pusat pendengaran. Bagian depan (lobus frontalis) berfungsi sebagai pusat pembau dan pengendalian otot. Otak Kecil (Cerebellum) Otak kecil terletak di bawah otak besar dan terbagi menjadi dua belahan yaitu belahan kanan dan kiri yang dihubungkan oleh jembatan varol. Otak kecil berfungsi sebagai pusat pengatur koordinasi tubuh dan koordinasi kerja otot ketika bergerak. 

    b. Sumsum lanjutan (medulla oblongata) 
            Merupakan penghubung otak dengan sumsum tulang belakang. Berperan mengatur denyut jantung, pelebaran dan penyempitan pembuluh darah, ssekresi kelenjar pencernaan, menelan, batuk, bersin, sendawa, dan muntah 

    2. SUMSUNG TULANG BELAKANG (medulla spinalis) 

            Sumsum tulang belakang merupakan lanjutan dari sumsum lanjutan sampai tulang belakang pinggang kedua. Jika sumsum tulang belakang dipotong secara melintang akan tampak pola seperti huruf H. Bagian seperti huruf H ini mempunyai 2 sayap, yaitu sayap ventral (mengarah ke perut) dan sayap dorsal (mengarah ke punggung). Sayap ventral mengandung badan sel saraf motorik sedangkan sayap darsal mengandung badan sel saraf sensorik. Sumsum tulang belakang berperan dalam terjadinya gerak refleks. 

    3. SISTEM SARAF TEPI 
              Sistem saraf tepi berfungsi menghubungkan sistem saraf pusat dengan organ-organ tubuh. Sistem saraf tepi dibedakan dua yaitu: 


     a. Sistem Saraf Somatik 
             Terdiri atas 12 pasang saraf otak (saraf kranial) dan 31 pasang saraf sumsum tulang belakang (saraf spinal). 
     b. Sistem Saraf Otonom 
            Disebut juga sistem saraf tak sadar karena bekerja tanpa dipengaruhi oleh kesadaran. Dibedakan menjadi 2 macam yaitu saraf simpatik dan saraf parasimpatik. Kedua macam sistem saraf tersebut mempunyai efektor sama tetapi bekerja secara antagonis (berlawanan) 

    GERAKAN 
            Gerak berdasarkan pusatnya dibedakan menjadi 2 yaitu gerak sadar dan gerak tak sadar (gerak refleks). 
    1. Gerak Sadar 
             Adalah gerak yang disadari. Gerak ini berpusaat pada otak. Urutan terjadinya gerakan: Rangsang akan diterima oleh reseptor. Reseptor mengirimkan pesan ke saraf sensorik untuk disampaikan ke otak untuk kemudian diolah dan hasilnya akan dikirim ke saraf motorik untuk memberikan tanggapan kepada efektor. Contoh gerak sadar: Apabila kita haus kemudian mengambil, Apabila kita mendengar telepon berdering kemudian mengangkat dan berbicara di telepon. 
    2. Gerak Tak Sadar (Gerak Refleks) 
             Adalah gerak yang terjadi sangat cepat untuk menghindari dari rangsang yang membahayakan. Gerak ini berpusat pada sumsum tulang belakang. Urutan terjadinya gerakan: Rangsang akan diterima oleh reseptor. Reseptor mengirimkan pesan ke saraf sensorik untuk disampaikan ke sumsum tulang belakang untuk kemudian diolah dan hasilnya akan dikirim ke saraf motorik untuk memberikan tanggapan kepada efektor. Contoh: Jika kaki kita tertusuk duri maka dengan cepat kita akan mengangkat kaki kita, Jika kita terkena api maka kita dengan cepat akan menjauhkan bagian tubuh yang terkena api. 

    B. SISTEM INDERA 
               Alat indera merupakan organ yang peka terhadap rangsang tertentu. Alat indera manusia meliputi: 
    a. Indera penglihat yaitu mata 
    b. Indera pendengar yaitu telinga 
    c. Indera peraba yaitu kulit 
    d. Indera perasa yaitu lidah 
    e. Indera pembau yaitu hidung 

    a. Mata 
              Merupakan organ yang peka terhadap rangsang cahaya. Mata dilindungi oleh kelopak mata, alis, bulu mata, dan kelenjar air mata. 


              Dinding bola mata terdiri dari 3 lapis yaitu sklera (lapisan pertama), koroidea (lapisan kedua) dan retina (lapisan ketiga). Sklera Merupakan lapisan terluar, keras, berwarna putih. Bagian depan lapisan ini menonjol dan transparan disebut kornea. Koroidea Disebut juga selaput darah karena pada lapisan ini banyak terdapat pembuluh darah, kecuali bagian depan. 
               Bagian depan lapisan ini sedikit terbuka disebut pupil. Pupil terletak tepat dibelakang kornea bagian tengah. Pupil dapat mengalami perubahan ukuran tergantung pada intensitas cahaya yang masuk. Jika cahaya yang masuk banyak maka pupil akan menyempit sedangkan jika cahaya yang masuk sedikit maka pupil akan melebar. Sel-sel lapisaan koroida di sekitar pupil mengandung pigmen yang menyebabkan mata berwarna hitam, coklat, biru, atau hijau. Daerah ini disebut iris. 
              Di belakang pupil terdapat lensa mata yang berbentuk bikonveks. Lensa ini akan mencembung jika melihat benda yang jaraknya dekat dan akan memipih jika melihat benda yang jaraknya jauh. Kemampuan lensa mata untuk mencembung dan memipih ini disebut dengan daya akomodasi. Di antara lensa dan kornea terdapat cairan encer yang disebut aqueous humor. Bola mata berisi cairan kental yang disebut vitreous humor. Retina Retina juga disebut dengan selaput jala. Lapisan ini sangat lunak dan sangat kompleks. 
             Retina mengandung reseptor yang peka terhadap reseptor cahaya (fotoreseptor) yaitu sel batang (basilus) dan sel kerucut (konus). Sel batang berfungsi pada keadaan cahaya suram sedangkan sel kerucut berfungsi pada keadaan terang dan dapat membedakan warna. Bagian retina yang tidak mempunyai sel batang dan sel kerucut disebut bintik buta. Agar kita dapat melihat bayangan benda harus jatuh tepat pada bintik kuning yaitu bagian retina yang paling peka. Syarat dapat melihat benda: - Ada cahaya yang mengenai benda - Mata sehat 9tidak ada gangguan) - Saraf pembawa rangsang bekerja dengan baik - Otak besar untuk pengolahan rangsang bekerja dengan baik Proses melihat benda: Diawali dari cahaya yang dipantulkan benda masuk melalui kornea, pupil, lensa mata dan akhirnya diterima oleh retina. Di retina rangsang cahaya diterima oleh saraf mata kemudian disampaikan ke pusat saraf untuk diterjemahkan sehingga kita dapat melihat benda. 

    b.Telinga Terdiri atas 3 bagian yaitu bagian luar, bagian tengah, dan bagian dalam. 


    Bagian luar

             Terdiri atas daun telinga, liang telinga, dan membran timpani (gendang telinga). Gendang telinga memisahkan telinga bagian luar dan telinga bagian tengah.

    Bagian tengah

              Terdiri atas tulang martil (malleus), tulang landasan (incus) dan tulang sanggurdi (stapes). Ketiga tulang ini membentuk rangkaian melintang dan bersatu dengan membran timpani. Telinga bagian tengah dihubungkan dengan rongga mulut oleh saluran eustachius yang berfungsi untuk menyeimbangkan tekanan udara.

    Bagian dalam

               Terdiri atas rumah siput (koklea) dan tiga saluran setengah lingkaran (kanalis semisirkularis). Rumah siput berperan dalam penerimaan suara sedangkan tiga saluran setengah lingkaran berfungsi sebagai alat keseimbangan.



    Proses mendengar

                Bunyi yang dapat kita dengar adalah yang memiliki frekuensi 20 – 20.000Hz.
    Gelombang bunyi akan ditangkap dan dikumpulkan oleh daun telinga kemudian masuk melalui saluran telinga dan menggetarkan gendang telinga. Getaran pada gendang telinga kemudian diteruskan oleh tulang-tulang pendengaran (tulang martil, landasan dan sanggurdi) ke tingkap jorong kemudian masuk ke rumah siput dan menggetarkan cairan limfa. Getaran cairan limfa akan merangsang saraf pendengaran untuk menyampaikannya ke otak sehingga kita dapat mendengar.


    c. Kulit

        Kulit berfungsi sebagai alat indera karena memiliki ujung saraf peraba yang terdiri dari 5 macam reseptor khusus yaitu tekanan, sentuhan, sakit, panas, dan dingin.

    Reseptor tekanan

               Merupakan reseptor yang paling besar, terletak di bagian dermis yang jauh dari ,kulit.

    Reseptor sentuhan

             Terletak di bagian epidermis lebih dekat dengan permukaan jika dibandingkan dengan reseptor lain. Peka terhadap rangsang yang sangat lembut.

    Reseptor rasa sakit (nyeri)

              Terdapat di organ tubuh bagian dalam. Hal ini memberi tahu kita akan adanya sesuatu yang tidak beres pada tubuh kita.

    Reseptor dingin dan panas

                 Peka terhadap perubahan suhu lingkungan

    d. Lidah
     



    Lidah peka terhadap rangsang rasa karena mengandung banyak kuncup pengecap yang terletak di celah-celah papila. Kuncup pengecap sangat peka terhadap rangsang rasa karena terdiri atas sekumpulan reseptor. Ada 4 macam kuncup pengecap di lidah yaitu ujung lidah peka terhadap rasa manis dan asin, tepi lidah bagian belakang peka terhadap rasa masam dan bagian pangkal lidah peka terhadap rasa pahit.


    e. Hidung




             Hidung memiliki reseptor yang peka terhadap rangsang zat kimia. Pada rongga hidung bagian atas terdapat ujung-ujung cabang saraf dari saraf kranial yaitu saraf pembau (olfaktori). Di rongga hidung juga terdapat sel-sel pembau yang dilengkapi dengan rambut-rambut halus dan dilapisi selaput lendir sebagai pelembab. Pada saat kita menarik napas dan udara masuk ke dalam hidung, zat kimia yang yang terdapat di dalam udara akan larut dalam selaput lendir. Hal ini merangsang rambut-rambut halus sel pembau. Rangsangan tersebut akan diteruskan oleh saraf pembau ke otak besar. Otak akan mengolah rangsang itu dan mempersepsikan bau dari gas yang terhirup.



    C. SISTEM HORMON

              Hormon merupakan senyawa organik yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin (kelenjar buntu. Disebut kelenjar buntu karena tidak memiliki saluran tersendiri. Hormon yang dihasilkan akan beredar mengikuti aliran darah. Hormon diproduksi mengikuti mekanisme umpan balik artinya kelebihan atau kekurangan hormon tertentu akan mempengaruhi produksi hormon yang lain.

              Perbedaan sistem saraf dan sistem hormon

    a. Sistem saraf

      - Sinyal yang dibawa berupa impuls saraf

      - Impuls saraf berjalan cepat karena dihantarkan melalui serabut saraf

      - Organ target biasanya khusus, misal jika kaki terkena paku, impuls khusus dari kaki kembali lagi ke kaki

      - Tanggapan organ target berlangsung cepat

    b. Sistem Hormon

      - Sinyal yang dibawa berupa cairan hormon

      - Impuls saraf berjalan lambat karena dihantarkan melalui sistem peredaran darah

      - Organ target ada yang khusus, ada pula yang umum.

      - Tanggapan organ target ada yang cepat ada yang lambat.


    Kelenjar endokrin

    1. Hipotalamus

               Mempunyai sel-sel khusus untuk memproduksi neurohormon. Neurohormon adalah hormon pelepas yang dihasilkan dan diangkut menuju hipofisis. Jika hormon itu sampai di hipofisis, hipofisis akan melepaskan hormon yang sesuai.

               Macam hormon yang disekresikan oleh hipotalamus:

         a.    TRF (Tirotrofik Stimulating Hormone) berfungsi untuk merangsang hipofisis untuk mensekresikan hormon TSH (Tirotrofik Stimulating Hormone).

         b.    GnRF (gonadotrofin Releasing Factor) berfungsi merangsang hipofisis untuk mensekresikan LH (Luteinizing Hormone) dan FSH (Folicle Stimulating Hormone).

         c.    CRF (Corticotropin Releasing Factor) berfungsi merangsang hipofisis agar mensekresikan Adreno Corticotropic hormone

         d.    GRF (Growth Hormone Releasing Factor) berfungsi merangsang pengeluaran hormon tumbuh (STH)

    Tidak semua hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus adalah faktor pelepas ada juga yang berfungsi sebagai penghambat.

    Hipotalamus juga menghasilkan hormon yang bukan pelepas yaitu vasopresin (mempengaruhi pengeluaran air pada urin) dan oksitosin (mempengaruhi kontraksi uterus).



    2. Hipofisis atau Pituitari

             Terletak di dasar otak besar. Dibagi menjadi 3 lobus yaitu: bagian anterior, tengah dan posterior. Kelenjar Hipofisis disebut dengan master of glands karena sekresinya digunakan untuk mengontrol kegiatan kelenjar endokrin lain.

                    a.    Hipofisis bagian depan

    Somatotrophic Hormone (STH) 
            berfungsi mengendalikan pertumbuhan tubuh. Kelebihan hormon ini mengakibatkan pertumbuhan raksasa dan kekurangan dapat mengakibatkan kekerdilan

    Tirotrophic Hormone (TH) atau Hormon Perangsang tiroid 
              berfungsi untuk mengendalikan kegiatan kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon tiroksin.

    Adrenocorticotropic Hormone (ACTH) 
              berfungsi mengendalikan kegiatan kelenjar adrenal dalam menghasilkan hormon glukokortikoid.

    Folicle Stimulating Hormone (FSH) 
            berperan dalam perkembangan ovarium yang berpengaruh pada pemasakan folikel (calon pembentuk gamet) sedangkan pada pria mengatur perkembangan testis dan spermatogenesis.

    Luteinizing Hormone (LH) 
            mempengaruhi terjadinya ovulasi dan membentuk korpus luteum. Sedangkan pada pria mengatur sekresi dari hormon testosteron dan aldosteron pada testis.

    Hormon Prolaktin (PH) 
             berfungsi mempengaruhi pertumbuhan kelenjar air susu dan memelihara korpus luteum serta mengatur produksi hormon progesteron yang dikeluarkan korpus luteum.

    Melanosit Stimulating Hormone(MSH)
             berperan dalam mensintesis melanin (pigmen warna kulit)

    Antidiuretik Hormone (ADH) 
            Berfungsi untuk mencegah pengeluaran urin terlalu banyak, menimbulkan kontraksi otot uterus, kantong kemih, kantong empedu, dan menyempitkan pembuluh darah.

    Oksitosin 
          Berfungsi mempengaruhi pengeluaran air susu, kontraksi uterus pada saat melahirkan, membantu transpor sperma. 


         b.    Hipofisis bagian tengah

              Bagian tengah hanya berperan pada saat bayi yaitu menghasilkan hormon MSH.

          c.    Hipofisis bagian belakang

              Menghasilkan ADH dan Oksitosin



    3. Kelenjar tiroid

              Kelenjar tiroid atau kelenjar gondok terdiri atas dua buah lobus yang terletak di sebelah kanan dan kiri trakhea. Kelenjar tiroid menghasilkan sebuah hormon yaitu tiroksin yang berfungsi mengatur reaksi metabolisme karbohidrat, mengatur penggunaan oksigen, dan karbondioksida serta mempengaruhi perkembangan tubuh dan mental. Kekurangan hormon tiroksin pada anak-anak menyebabkan terjadinya kretinisme sedangkan pada orang dewasa menyebabkan mixudema yaitu proses metabolisme menurun berat tubuh bertambah, gerakan lamban, berpikir dan berbicara lamban. Sedangkan kelebihan hormon tiroksin pada anak-anak menyebabkan terjadinya gigantisme yaitu pertumbuhan raksasa sedangkan pada orang dewasa menyebabkan penyakit basedow ditandai dengan mudah gugup, denyut nadi bertambah, mata lebar, nadi dan nafas cepat serta tidak teratur.



    4. Kelenjar Anak Gondok (Paratiroid)

            Di setiap sisi kelenjar tiroid terdapat dua kelenjar kecil yaitu kelenjar anak gonndok (paratiroid). Kelenjar ini menghasilkan hormon paratiroid yang berfungsi mengatur kandungan ion fosfat (PO4) dan ion kalsium (Ca) dalam darah dan tulang. Kerja hormon ini dibantu oleh vitamin D. Kekurangan hormon ini menyebabkan tetani yaitu gejala kejang pada tangan dan kaki, gelisah, sukar tidur, dan kesemutan. Apabila kelenjar ini bekerja terlalu berlebihan akan mengakibatkan kalsium dan fosfor dalam tulang dikeluarkan yang menyebabkan tulang medah patah dan di dalam urin banyak mengandung kapur dan fosfor.



    5. Kelenjar Anak Ginjal (adrenal)

            Kelenjar anak ginjal terletak kutub sebelah atas setiap ginjal. Kelenjar ini menghasilkan hormon adrenalin yang berfungsi untuk mengubah gula otot (glikogen) menjadi gula darah (glukosa).



    6. Pankreas

            Pada setiap pankreas terdapat kelompok sel yang dikenal senbagai pulau Langerhans. Pulau Langerhans ini berfungsi sebagai endokrin yang menghasilkan hormon insulin. Hormon insulin membantu mengubah gula menjadi glikogen pada hati dan otot lurik. Kekurangan hormon ini mengakibatkan gula darah tidak dapat diubah menjadi glikogen sehingga menyebabkan penyakit kencing manis (diabetes mellitus)



    7. Ovarium

              Berbentuk biji terletak disebelah kanan dan kiri uterus. Hormon yang dihasilkan oleh ovarium yaitu: Estrogen yang berfungsi untuk merrangsang ciri kelamin sekunder pada wanita, Progesteron berfungsi untuk memelihara kehamilan, perkembangan dan pertumbuhan kelenjar air susu.



    8. Testis

            Menghasilkan hormon testosteron yang berfungsi untuk mempengaruhi perkembangan ciri kelamin sekunder pada pria.



    KELAINAN DAN PENYAKIT PADA ALAT INDERA



            Astigmatisme yaitu kelainan pada mata yang menyebabkan penglihatan menjadi kabur. Hal ini disebabkan penderita tidak mampu melihat garis horizontal dan vertikal secara bersama-sama. Mata tidak mampu memfokuskan pandangan karena kornea mata tidak berbentuk bola. Kelainan ini dapat diatasi dengan memakai kacamata silindris.

    Miopi (rabun jauh) 
              adalah kelainan pada mata yang ditandai mata tidak dapat melihat benda yang jauh. Kelainan ini dapat diatasi dengan memakai kaca mata berlensaa cekung (negatif).

    Presbiopi (rabun dekat dan jauh)
             adalah kelainan yang ditandai dengan mata tidak dapat melihat dekat dan jauh. Hal ini terjadi karena daya akomodasi mata telah berkurang. Dapat diatasi dengan memakai lensa rangkap (cembung dan cekung).

    Rabun Senja 
             adalah kelainan pada mata dimana penderita tidak dapat melihat benda pada saat senja atau malam hari. Penyakit ini disebabkan karena kekurangan vitamin A.

    Katarak  
            merupakan kelainan pada lensa mata. Lensaa mata menjadi kabur dan keruh sehingga cahaya yang masuk tidak dapat sampai retina. Katarak dapat diatasi dengan tindakan operasi.



    Sumber:

    Purwanto, Budi dan Arinto nugroho. 2008. Eksplorasi Ilmu Alam 3. Platinum :Solo
     



    Baca Selengkapnya......
    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

    FANS BOX