Selasa, 17 Februari 2026

KUNJUNGAN KERJA PENGAWAS SEKOLAH KABUPATEN BARITO UTARA KE BANJARMASIN

0 komentar

Kunjungan kerja yang menginspirasi ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kolaborasi lintas daerah mampu menggerakkan perubahan positif dalam dunia pendidikan Indonesia. Pada awal tahun 2026, rombongan pengawas sekolah jenjang SD dan SMP dari Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, melakukan kunjungan kerja ke rekan-rekan pengawas sekolah SMP di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Tema utama yang dibawa adalah "Pengelolaan Kinerja sebagai Pegawai dan sebagai Tim Kerja di Ruang GTK" — sebuah topik krusial di era transformasi digital pengelolaan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di bidang pendidikan.

Kunjungan ini bukan sekadar agenda formal, melainkan momentum berharga untuk saling berbagi praktik baik (best practices) yang telah terbukti efektif. Para pengawas dari Barito Utara, yang kerap menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan akses di wilayah pedalaman, datang dengan rasa haus akan inovasi. Mereka ingin belajar bagaimana rekan-rekan di Banjarmasin — kota yang lebih urban dan terkoneksi — mengoptimalkan Ruang GTK (platform digital terintegrasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah) untuk mengelola kinerja secara lebih kontekstual, bermakna, dan berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan.

Dalam sesi diskusi yang hangat dan penuh semangat, para pengawas Banjarmasin berbagi pengalaman praktis mereka. Mereka menekankan bahwa pengelolaan kinerja di Ruang GTK tahun 2026 telah mengalami pembaruan signifikan: tidak lagi sekadar mengisi administrasi tahunan, melainkan fokus pada perencanaan sasaran kinerja yang kontekstual, pelaksanaan yang terukur, hingga penilaian yang mendorong pertumbuhan profesional. Sebagai pegawai individu, pengawas harus menetapkan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang selaras dengan visi satuan pendidikan dan Rapor Pendidikan. Sementara sebagai tim kerja, mereka membentuk kolaborasi solid — saling memantau, memberikan umpan balik konstruktif, dan bersama-sama mencapai target organisasi.

Salah satu praktik baik yang paling menginspirasi adalah pendekatan "kinerja bermakna": para pengawas tidak hanya menilai angka, tapi mendampingi guru dan kepala sekolah untuk merefleksikan praktik pembelajaran sehari-hari. Mereka memanfaatkan fitur Ruang GTK untuk plotting tim kinerja, pemantauan real-time, dan integrasi dengan e-Kinerja BKN — sehingga proses menjadi lebih ringan, transparan, dan akuntabel. "Kinerja bukan tentang memenuhi target semata, tapi tentang bagaimana kita tumbuh bersama demi anak-anak bangsa," ujar salah seorang pengawas SMP Banjarmasin yang berbagi dengan penuh keyakinan.

Para peserta dari Barito Utara tampak terpukau. Mereka menyadari bahwa meski tantangan berbeda — mulai dari konektivitas internet hingga variasi kondisi sekolah — prinsip dasar tetap sama: komitmen, kolaborasi, dan keberanian untuk berinovasi. Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus berkomunikasi pasca-kegiatan, berbagi dokumen panduan, dan bahkan merencanakan follow-up kunjungan balik. Semangat gotong royong lintas provinsi ini menjadi api yang membakar tekad: bahwa pengawas sekolah bukan hanya pengontrol, melainkan penggerak perubahan yang mampu mengangkat kualitas pendidikan dari level individu hingga tim, dari daerah terpencil hingga perkotaan.

Kunjungan kerja ini mengingatkan kita semua: ketika pengawas sekolah bersatu, berbagi ilmu, dan saling memotivasi, maka pendidikan Indonesia akan semakin kuat. Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah awal menuju generasi emas yang lebih baik — karena setiap kinerja yang dikelola dengan hati, akan melahirkan dampak yang tak terhingga bagi masa depan bangsa. Terus maju, para pendidik hebat Indonesia!

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

FANS BOX