Senin, 05 Januari 2026

MENGENAL PERAN PENGAWAS SEKOLAH DALAM SISTEM PENGELOLAAN KINERJA

0 komentar

1. Tugas Pokok & Fungsi Pengawas Sekolah

Dalam kerangka besar pengelolaan operasional, Pengawas Sekolah dikategorikan sebagai tenaga kependidikan . Berdasarkan sumber tersebut, tugas pokok dan fungsi Pengawas Sekolah mencakup dua dimensi utama:

  • Sebagai Pegawai (Individu): Pengawas sekolah wajib menyusun Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang terdiri atas hasil kerja dan perilaku kerja. Hasil kerja mereka mencakup rencana yang mengintervensi hasil kerja atasan (PPK), output dan hasil pelaksanaan tugas, serta indikator kinerja kuantitatif yang diukur.


Sebagai Tim Kinerja: Pengawas sekolah ditetapkan secara resmi sebagai bagian dari Tim Kinerja bagi Kepala Sekolah . Dalam kapasitas ini, mereka menjalankan sebagian tugas Pejabat Penilai Kinerja (PPK), yaitu melaksanakan pemantauan kinerja, pelatihan kinerja, dan memberikan rekomendasi penilaian atas hasil kerja serta perilaku kerja Kepala Sekolah.

2. Pendampingan Transformasi Kinerja dan Monitoring Evaluasi Kepala Sekolah

Pengawas sekolah berperan sentral dalam mengawal transformasi pendidikan melalui pendampingan kinerja Kepala Sekolah. Proses ini dilakukan dengan cara:

  • Strategi Penyelarasan: perencanaan perencanaan kinerja Kepala Sekolah memperhatikan strategi perencanaan Pemerintah Daerah dan program prioritas untuk meningkatkan Rapor Pendidikan satuan pendidikan.

  • Bimbingan dan Konseling Kinerja: Jika dalam proses pemantauan ditemukan bahwa Kepala Sekolah tidak menunjukkan kemajuan, Pengawas (sebagai Tim Kinerja) membantu PPK dalam melakukan pelatihan. Pembinaan ini terbagi menjadi dua:

    • Bimbingan Kinerja: Fokus pada pengembangan kompetensi.

    • Konseling Kinerja: Fokus pada penyelesaian masalah perilaku kerja.

3. Pemantauan Kinerja & Rekomendasi kepada Kepala Sekolah

Proses pemantauan dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun untuk memastikan target dalam SKP tercapai.

  • Mekanisme Pemantauan: Pengawas melakukan pengamatan dan pemberian umpan balik berkelanjutan sebagai respon atas kinerja Kepala Sekolah.

  • Memberikan Rekomendasi: Berdasarkan hasil pemantauan, Pengawas memberikan masukan kepada PPK untuk menetapkan penilaian hasil kerja dan perilaku kerja .

  • Tindak Lanjut Rekomendasi: Rekomendasi yang diberikan dapat berupa pemberian penghargaan atau penghargaan baru bagi yang berprestasi, atau penyesuaian SKP dan usulan pelatihan bagi yang kinerjanya belum memenuhi ekspektasi. Catatan atau rekomendasi ini juga digunakan untuk perbaikan/penyesuaian perencanaan SKP pada tahun berikutnya.

4. Refleksi dalam Pengelolaan Kinerja

Meskipun istilah "refleksi" tidak berdiri sebagai bab tersendiri, esensinya termaktub dalam prinsip dan siklus dialog kinerja:

  • Dialog Kinerja: Pendidik dan tenaga kependidikan (termasuk Kepala Sekolah dan Pengawas) wajib melakukan dialog kinerja dengan atasan untuk menetapkan dan mengklarifikasi ekspektasi. Ini adalah momen refleksi bersama untuk menyelaraskan tujuan individu dengan organisasi.

  • Belajar Berkelanjutan: Pengelolaan kinerja dipandang sebagai upaya belajar secara berkelanjutan ( pengembangan kinerja ), bukan sekadar penilaian formal di akhir tahun.

  • Umpan Balik sebagai Cermin: Pemberian umpan balik berkelanjutan merupakan bentuk refleksi atas apa yang telah dilakukan, sehingga pegawai dapat mengetahui kemajuan kinerjanya secara real-time .

Sebagai perumpamaan, peran Pengawas Sekolah dalam proses ini ibarat seorang pelatih ( coach ) dalam tim olahraga . Ia tidak hanya menilai skor di akhir pertandingan (evaluasi tahunan), tetapi terus berdiri di tepi lapangan untuk memberikan instruksi dan semangat (umpan balik), membantu pemain memperbaiki teknik yang salah (bimbingan), serta memberikan saran kepada pemilik klub (PPK) mengenai posisi atau strategi terbaik bagi pemain tersebut di musim depan (rekomendasi).

BERIKUT ADALAH BEBERAPA CONTOH KONKRIT BERDASARKAN KEPMENDIKDASMEN 

NOMOR 271/O/2025 AGAR LEBIH MUDAH DIPAHAMI :


1. Contoh Tugas Pokok & Fungsi Pengawas Sekolah

Dalam melakukan kekerasan, pengawas sekolah memiliki "dua topi" atau dua peran yang berbeda:

  • Sebagai Pegawai (Individu):

    • Contoh: Di bulan Januari, seorang Pengawas Sekolah menyusun Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) pribadinya di sistem informasi. Salah satu targetnya adalah "Tersusunnya laporan pendampingan untuk 10 sekolah binaan dalam meningkatkan kualitas literasi" . Ia juga berkomitmen pada perilaku “Akuntabel” , misalnya dengan selalu datang tepat waktu saat mengunjungi sekolah.

  • Sebagai Tim Kinerja (Membantu Atasan):

    • Contoh: Pengawas Sekolah ditugaskan oleh Kepala Dinas Pendidikan (sebagai PPK) untuk menjadi Tim Kinerja bagi para Kepala Sekolah di wilayahnya. Dalam peran ini, ia tidak hanya bekerja untuk dirinya sendiri, tetapi bertugas memberikan masukan kepada Kepala Dinas tentang siapa saja Kepala Sekolah yang kinerjanya sudah melampaui ekspektasi.

2. Contoh Pendampingan Transformasi Kinerja dan Monitoring

Pengawas berperan sebagai rekan berpikir ( sparring partner ) bagi Kepala Sekolah dalam memajukan sekolah.

  • Penyelarasan dengan Rapor Pendidikan:

    • Contoh: Pengawas melihat bahwa Rapor Pendidikan sebuah sekolah menunjukkan skor "Iklim Keamanan Sekolah" yang rendah. Ia kemudian mendampingi Kepala Sekolah untuk memasukkan program "Anti-Perundungan" ke dalam rencana kerja sekolah agar selaras dengan agenda transformasi pendidikan.

  • Bimbingan dan Konseling Kinerja:

    • Contoh (Bimbingan): Jika Kepala Sekolah kesulitan dalam mengelola anggaran sekolah, Pengawas melakukan bimbingan kinerja berupa pelatihan atau mentoring manajemen keuangan.

    • Contoh (Konseling): Jika Kepala Sekolah sering berselisih dengan guru (masalah perilaku), Pengawas melakukan konseling kinerja untuk mengidentifikasi masalah komunikasi tersebut dan mencari solusinya.

3. Contoh Pemantauan Kinerja & Rekomendasi

Ini adalah proses "mengawal" agar apa yang direncanakan benar-benar terjadi di lapangan.

  • Pemantauan Berkelanjutan:

    • Contoh: Sepanjang semester, Pengawas melakukan kunjungan rutin dan memberikan umpan balik berkelanjutan . Ia mungkin menulis catatan: "Kepala Sekolah sudah sangat baik dalam memfasilitasi diskusi guru, namun perlu lebih disiplin dalam mendokumentasikan hasil rapat" .

  • Memberikan Rekomendasi Penilaian:

    • Contoh: Di akhir tahun, Pengawas memberikan rekomendasi kepada Kepala Dinas agar Kepala Sekolah A diberi predikat “Sangat Baik” karena berhasil meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Rekomendasi ini akan menjadi dasar bagi Kepala Sekolah tersebut untuk mendapatkan penghargaan atau prioritas mengikuti program beasiswa luar negeri.

4. Contoh Refleksi dalam Pengelolaan Kinerja

Refleksi dilakukan agar pengelolaan kinerja bukan sekedar urusan administratif, namun menjadi sarana belajar.

  • Dialog Kinerja (Diskusi Dua Arah):

    • Contoh: Di awal tahun, Pengawas dan Kepala Sekolah duduk bersama melakukan dialog kinerja . Kepala Sekolah bertanya, "Tahun ini saya ingin fokus ke digitalisasi kelas, apakah ini sesuai dengan visi daerah?" . Pengawas memberikan masukan sehingga ekspektasi keduanya selaras sebelum SKP ditetapkan.

  • Belajar Berkelanjutan:

    • Contoh: Di pertengahan tahun, melalui sistem informasi, Pengawas memberikan apresiasi atas kemajuan yang dibuat sekolah. Kepala Sekolah merancang catatan tersebut dan memutuskan untuk menyesuaikan strateginya di sisa tahun berjalan agar targetnya tetap tercapai (proses performance development ).


Analogi Sederhana: Bayangkan seorang Pengawas Sekolah adalah Instruktur Senam .

  • Tugas Pokok: Ia harus melakukan gerakan senam sendiri dengan benar (SKP Individu) sekaligus memastikan seluruh peserta senam (Kepala Sekolah) bergerak seirama (Tim Kinerja).

  • Pendampingan: Jika ada peserta yang salah gerakan, ia tidak langsung memarahi, tapi mendekat dan memberi contoh gerakan yang benar (Bimbingan Kinerja).

  • Pemantauan & Rekomendasi: Ia terus berkeliling melihat siapa yang paling bersemangat untuk kemudian dilaporkan kepada pengelola sanggar (PPK) agar diberi predikat "Peserta Terbaik".

Refleksi: Setelah sesi selesai, ia bertanya kepada peserta, "Gerakan mana yang paling sulit?" , agar sesi minggu depan bisa lebih baik lagi (Dialog Kinerja).

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

FANS BOX