Minggu, 18 Januari 2026

Permendikdasmen No. 12 Tahun 2025 (Bagian 2)

0 komentar

1. Latar Belakang dan Tujuan Lampiran II

Lampiran II mengatur ruang lingkup materi untuk jenjang Pendidikan Dasar, yaitu:

  • Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau sederajat (kelas 1–6)
  • Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau sederajat (kelas 7–9)

Ruang lingkup materi ini merupakan kriteria minimum yang harus dikuasai setiap murid agar mencapai kompetensi lulusan. Berbeda dengan PAUD yang berbasis capaian perkembangan terpadu, Pendidikan Dasar sudah menggunakan muatan pembelajaran berupa mata pelajaran yang lebih terstruktur, namun tetap mengacu pada konsep keilmuan, perkembangan teknologi, seni, budaya, serta karakter bangsa.

Tujuannya: membekali murid dengan fondasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang kuat untuk melanjutkan ke jenjang menengah serta menjadi warga negara yang berakhlak, berpancasila, dan mampu menghadapi tantangan zaman.

2. Muatan Wajib di Jenjang Pendidikan Dasar

Berdasarkan Pasal 3 dan Pasal 4 peraturan ini, muatan wajib tetap sama dengan yang tercantum di badan peraturan, yaitu:

  1. Pendidikan Agama
  2. Pendidikan Pancasila
  3. Pendidikan Kewarganegaraan
  4. Bahasa (meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Daerah – bisa digabung ke muatan lokal, dan Bahasa Inggris sebagai bahasa asing wajib)
  5. Matematika
  6. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
  7. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
  8. Seni dan Budaya
  9. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)
  10. Keterampilan/Kejuruan
  11. Muatan Lokal (ditetapkan oleh pemerintah daerah)

3. Struktur Ruang Lingkup Materi Pendidikan Dasar

Lampiran II merinci ruang lingkup materi untuk dua fase utama:

  • Fase B: Kelas 4–6 SD/MI (lanjutan dari Fase A kelas 1–3)
  • Fase C: Kelas 7–9 SMP/MTs

Setiap mata pelajaran memiliki elemen-elemen utama dan capaian pembelajaran per fase yang dirumuskan secara progresif (semakin kompleks dari fase ke fase).

Berikut ringkasan rinci per mata pelajaran beserta contoh konkret penerapan di kelas:

No

Mata

Pelajaran

Elemen Utama (Contoh)

Capaian di Fase B (Kelas 4–6) – Contoh

Capaian di Fase C (Kelas 7–9) – Contoh

Contoh Kegiatan Konkret di Lapangan

1

Pendidikan Agama

Keyakinan, ibadah, akhlak, Al-Qur’an/Hadits (Islam), Kitab Suci lainnya

Memahami rukun iman, melaksanakan shalat dengan benar, menunjukkan akhlak terpuji

Menganalisis ayat-ayat tentang akhlak, mempraktikkan ibadah secara mandiri, menghormati agama lain

• Kelas 5: Proyek “Hari ini aku berpuasa sunnah” dan refleksi syukur • Kelas 8: Diskusi toleransi antaragama di masyarakat

2

Pendidikan Pancasila

Nilai-nilai Pancasila, profil Pelajar Pancasila

Mengidentifikasi sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

Menganalisis kasus pelanggaran Pancasila dan solusinya

• Kelas 6: Drama perjuangan pahlawan nasional • Kelas 9: Debat “Gotong royong di era digital”

3

Pendidikan Kewarganegaraan

Hak & kewajiban warga negara, demokrasi, NKRI

Memahami UUD 1945 secara sederhana, hak anak

Menganalisis sistem pemerintahan Indonesia, isu korupsi

• Kelas 7: Simulasi pemilihan ketua kelas yang demokratis

4

Bahasa Indonesia

Mendengarkan, berbicara, membaca, menulis

Menulis teks deskripsi, membaca puisi dengan intonasi

Menulis esai argumentasi, menganalisis novel

• Kelas 5: Membuat buku cerita bergambar sendiri • Kelas 9: Presentasi pidato tentang lingkungan

5

Bahasa Inggris

Listening, speaking, reading, writing

Percakapan sederhana, membaca teks deskriptif pendek

Diskusi topik global, menulis report

• Kelas 6: Role-play berbelanja dalam bahasa Inggris • Kelas 8: Proyek “My Dream Vacation” presentation

6

Matematika

Bilangan, geometri, pengukuran, statistik, aljabar dasar

Pecahan, bangun ruang, data sederhana

Persamaan linear, teorema Pythagoras, statistik inferensial

• Kelas 6: Mengukur luas kebun sekolah • Kelas 9: Analisis data hasil survei kelas

7

IPA

Makhluk hidup, benda & energi, bumi & alam semesta

Sistem pencernaan, gaya & gerak, tata surya

Sel & jaringan, listrik, perubahan iklim

• Kelas 5: Percobaan sederhana rangkaian listrik • Kelas 8: Proyek daur ulang sampah plastik

8

IPS

Manusia, tempat, lingkungan, waktu, perilaku ekonomi

Keragaman budaya Indonesia, peta

Globalisasi, pasar & harga, sejarah kolonial

• Kelas 6: Peta perjalanan wisata daerah sendiri • Kelas 9: Simulasi perdagangan antarnegara

9

Seni dan Budaya

Seni rupa, musik, tari, teater

Membuat batik sederhana, memainkan alat musik tradisional

Analisis karya seni, komposisi lagu

• Kelas 5: Pentas tari daerah • Kelas 8: Membuat video stop-motion cerita rakyat

10

PJOK

Kebugaran jasmani, permainan olahraga, kesehatan

Permainan bola besar, senam lantai

Atletik, strategi permainan, gizi seimbang

• Kelas 7: Turnamen sepak bola antarkelas • Kelas 9: Program latihan kebugaran pribadi

11

Keterampilan/ Kejuruan

Prakarya, informatika, kewirausahaan dasar

Membuat kerajinan dari bahan bekas, penggunaan aplikasi dasar

Pemrograman sederhana (scratch/blockly), ide bisnis

• Kelas 6: Membuat produk daur ulang untuk dijual di koperasi sekolah • Kelas 9: Proyek startup sederhana (misalnya jualan online)

12

Muatan Lokal

Ditentukan daerah (misalnya bahasa Jawa, tari tradisional Jawa Tengah)

Mengenal budaya lokal

Mengapresiasi dan melestarikan budaya lokal

• Di Semarang: Belajar bahasa Jawa krama, mengenal Lumpia sebagai kuliner khas

4. Pendekatan Pembelajaran yang Dianjurkan

  • Proyek dan kontekstual: Materi harus dihubungkan dengan kehidupan nyata murid (project-based learning).
  • Integratif: Beberapa elemen bisa digabung dalam satu tema (misalnya proyek “Desa Wisata” melibatkan IPS, Bahasa Indonesia, Seni Budaya, dan Keterampilan).
  • Diferensiasi: Guru menyesuaikan tingkat kesulitan sesuai kemampuan murid.
  • Penilaian autentik: Bukan hanya ujian tulis, tapi portofolio, observasi, proyek, dan presentasi.

5. Implikasi bagi Guru dan Sekolah di Lapangan

  • Guru harus merancang Capaian Pembelajaran (CP) dan Tujuan Pembelajaran (TP) per semester berdasarkan ruang lingkup ini.
  • Sekolah diberi kebebasan menambah jam atau kegiatan selama tidak mengurangi muatan wajib minimum.
  • Muatan lokal menjadi peluang besar bagi daerah seperti Jawa Tengah untuk memperkuat identitas budaya (bahasa Jawa, batik, wayang, dll.).
  • Informatika dan kewirausahaan mulai dikenalkan sejak SD untuk persiapan era digital.

6. Kesimpulan

Lampiran II Permendikdasmen 12/2025 memberikan kerangka yang jelas, progresif, dan relevan dengan zaman untuk Pendidikan Dasar. Materi tidak lagi terlalu padat seperti kurikulum sebelumnya, tetapi lebih fokus pada penguasaan konsep inti, pengembangan karakter Pancasila, literasi, numerasi, serta keterampilan abad 21.

Di lapangan, ini berarti guru SD/SMP memiliki panduan minimum yang kuat, sekaligus kebebasan berkreasi agar pembelajaran lebih menyenangkan, bermakna, dan sesuai konteks lokal. Hasil yang diharapkan: lulusan SMP yang memiliki fondasi akademik solid, berakhlak mulia, cinta tanah air, serta siap menghadapi jenjang menengah dan dunia kerja.

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

FANS BOX