Sabtu, 20 Desember 2025

Rahasia di Balik 'Spenlibels': Julukan Ikonik SMPN 15 Banjarmasin yang Terinspirasi Boy Band Legendaris Jakarta

0 komentar

Banjarmasin, 20 Desember 2025 – Di kawasan Kuin Utara, Banjarmasin, berdiri sebuah sekolah menengah pertama negeri yang dikenal luas dengan julukan misterius: Spenlibels . Namanya meliputi akun media sosial sekolah, spanduk kegiatan, hingga sorak-sorai siswa saat upacara atau lomba. Bukan sekadar singkatan dari "SMP Negeri Libels", julukan ini bukan sekadar singkatan formal, nama ini melekat erat pada SMP Negeri 15 Banjarmasin, muncul di akun Instagram resmi @spenlibelsofficial, halaman Facebook, hingga sorak-sorai siswa saat acara sekolah. Tapi, dari mana asal nama yang terdengar seperti kode rahasia ini? Jawabannya membawa kita pada perjalanan melintasi pulau yang mengejutkan, menyimpan cerita nostalgia yang menghubungkan sungai Martapura dengan gemerlap musik pop Jakarta era 1980-an. Bagaimana sebuah sekolah di Kalimantan Selatan bisa "terinspirasi" nama dari boy band pertama Indonesia ?

Semuanya bermula dari Trio Libels, boy band pionir Indonesia yang digawangi Yanni Djunaedi (Yani Libels), Ronny Sianturi (Rony Libels), dan Edwin Manansang. Terbentuk pada 28 Februari tahun 1983, nama "Libels" diambil dari singkatan SMA Negeri 15 Jakarta – almamater ketiganya di Jakarta Utara. Hits seperti "Gadisku", "Jangan Kau Pergi", dan "Aku Suka Kamu" membuat mereka fenomenal di era 80-90an, bahkan Armand Maulana pernah bergabung disela-sela kesibukannya.

Kisah ini pulau melintasi Banjarmasin sekitar akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Saat itu, era otonomi daerah membawa perubahan administratif yang besar. Beberapa wilayah pinggiran Banjarmasin masuk ke Kabupaten Banjar, termasuk wilayah Kertak Hanyar. Akibatnya, SMPN 13 Banjarmasin berubah status menjadi SMPN 1 Kertak Hanyar. Perubahan ini memicu pengaturan ulang nomor sekolah oleh Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin untuk efisiensi dan pemerataan. Sekolah-sekolah dengan nomor lebih tinggi "turun" satu tingkat untuk mengisi kekosongan.
Salah satunya adalah sekolah di Kuin Utara yang semula bernama SMPN 16 Banjarmasin. Pada awal tahun 2000-an, ia resmi menjadi SMPN 15 Banjarmasin – nama yang dipakainya hingga sekarang.

Di tengah transisi ini, munculah julukan "Libels". Cerita dari kalangan alumni Menyebutkan, seorang guru Fisika asal Jakarta menjadi pencetusnya. Beliau menamatkan SMA di SMAN 40 Jakarta – sekolah yang berdekatan dengan SMAN 15. Sebagai bentuk nostalgia atas masa muda dan pengalaman di ibu kota yang membentuk karakternya, sang guru menuliskan "Libels" pada sampul diktat pelajaran Fisika buatannya untuk penggunaan internal kelas. Dari situ, nama itu menyebar di kalangan siswa dan guru sekitar 1997-1998, lalu berevolusi menjadi "Spenlibels" untuk membedakannya sebagai SMP Negeri.

Kini, Spenlibels bukan hanya julukan, tapi identitas kebanggaan. Sekolah di Jalan Kuin Utara RT.4 No.6 ini aktif di media sosial, meraih prestasi seperti duta kebersihan kota hingga Adiwiyata, dan terus melahirkan generasi muda Banjarmasin yang tangguh.
Siapa sangka, di balik nomor sekolah biasa, tersembunyi tribut pribadi seorang guru kepada masa lalu – menghubungkan hits boy band Jakarta dengan semangat belajar di tepi sungai Kalimantan? Spenlibels adalah bukti bahwa sejarah kecil bisa menciptakan warisan besar, membuat kita penasaran: julukan unik apa lagi yang tersembunyi di sekolah-sekolah Indonesia?

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

FANS BOX